Holiday Sale: Hingga 69 % OFF

05

:

20

:

16

:

31

Blog Zyro

Semua Topik
Blog eCommerce Desain Esensial Ide Usaha Inspirasi Pemasaran Tips Berbisnis

Cara Foto Produk: Langkah Mudah dan 10 Tips Menarik

cara foto produk

Kunci kesuksesan dalam berjualan online adalah dengan menampilkan deskripsi produk yang informatif dan foto produk yang menarik. Dalam artikel ini, kami akan fokus menjelaskan cara membuat foto produk yang menarik.

Saat berbelanja langsung di toko, konsumen dapat langsung melihat, menyentuh, atau mencoba produk yang akan mereka beli. Namun, di era belanja online saat ini, foto produk yang ditampilkan di toko akan memengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Faktanya, lebih dari 90% konsumen menentukan keputusan pembelian mereka dengan melihat kualitas foto produk.

Mengetahui cara membuat foto produk menarik dan berkualitas akan menghindari pengembalian barang dari pembeli dengan alasan produk tidak sesuai dengan foto yang ditampilkan di toko.

Perlengkapan foto produk dari rumah (dengan ponsel atau DSLR)

Kamera dan kualitas foto pada smartphone zaman dahulu belum dapat menghasilkan foto produk yang menarik dengan kualitas tinggi.

Namun, banyaknya smartphone yang kini menggunakan teknologi quad-camera, atau empat kamera belakang, memungkinkan Anda untuk mengambil foto produk sendiri hanya dengan smartphone.

Beberapa perlengkapan yang perlu Anda siapkan untuk mengambil foto produk dengan smartphone adalah:

  • Smartphone
  • Latar belakang berwarna putih
  • Tripod (kaku atau fleksibel)
  • Meja
  • Perlengkapan pencahayaan atau sumber cahaya
  • Sofware edit foto

Gunakan smartphone dengan spesifikasi yang bagus

Anda mungkin saja sudah memiliki smartphone dengan spesifikasi yang bagus untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas.

Namun, jika Anda memiliki biaya untuk membeli smartphone baru, Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli smartphone refurbished (lihat di BestBuyBackMarket, atau Decluttr). Berbeda dengan smartphone asli, smartphone refurbished adalah produk ponsel dengan kerusakan ringan yang dikembalikan ke pabrik, diperbaiki, dan dijual kembali.

Beberapa foto studio juga menyewa smartphone dengan spesifikasi yang bagus. Jadi, jangan ragu untuk mulai mengambil foto produk dengan smartphone.

Ikuti perkembangan pasar smartphone dengan mencari informasi terkait model terbaru, perbandingan spesifikasi antar smartphone, dan ulasan produk di website seperti TechradarWhichDigital Camera World, dan Tom’s Guide

Perhatikan pula fitur pada kamera smartphone, seperti kontrol exposure, sensor warna, digital zoom, tinggi megapiksel, autofokus, dan kontrol low light.

Gunakan kamera DSLR

Dibandingkan dengan smartphone, mengambil foto produk dengan kamera memiliki beberapa kelebihan, terutama dalam aspek teknis fotografi seperti pengaturan DOF (depth of field), f-stop, dan white balance.

Jika Anda belum berpengalaman menggunakan kamera digital, Anda dapat mengikuti kursus fotografi atau mengakses sumber online untuk mulai mempelajari teknik dasar fotografi dengan kamera.

Anda juga dapat mengikuti kursus fotografi online bagi pemula seperti yang disediakan Udemy.

Ingin membeli kamera pertama Anda?

Berikut ini adalah rekomendasi kamera untuk pemula fotografi produk:

Gunakan tripod

Tanpa disadari, penggunaan tripod adalah salah satu cara membuat foto produk menarik.

Apakah Anda tertarik membeli produk dari toko yang menampilkan foto produk yang buram dan tidak menarik?

Dengan menggunakan tripod, Anda akan mendapatkan hasil akhir foto produk yang lebih cerah dan jelas – membuat foto terlihat menarik dan estetik.

Gunakan tripod sesuai dengan alat yang Anda gunakan untuk mengambil foto produk. Anda dapat membeli tripod smartphone dengan harga yang lebih murah dari tripod kamera.

Akan tetapi, Anda tetap bisa mendapatkan tripod kamera dengan spesifikasi yang bagus dengan harga terjangkau.

Pelajari teknik pencahayaan fotografi

Pencahayaan adalah salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan kualitas foto produk.

Ada dua jenis sumber cahaya dalam fotografi, yaitu: alami dan buatan.

Sumber cahaya alami (sinar matahari), disebut juga dengan soft light, digunakan untuk menghasilkan foto produk dengan bayangan dan edge yang lebih halus.

Catatan 📝 – Gunakan cahaya alami untuk mengambil foto produk yang dibuat untuk penggunaan luar ruangan. Dengan begitu, Anda tidak hanya menunjukkan produk, tetapi juga konteks penggunaannya.

Sebaliknya, sumber cahaya buatan berasal dari perlengkapan pencahayaan yang digunakan di studio.

Karena sumber cahaya dapat didekatkan dengan produk yang difoto, cahaya buatan akan menghasilkan foto produk dengan bayangan dan edge yang lebih tajam.

Cahaya buatan atau hard light cocok digunakan untuk menonjolkan detail di foto produk, atau foto produk dengan tipe close-up.

Jika biaya Anda terbatas, gunakan cahaya alami untuk mengambil foto produk di luar ruangan.

Anda juga dapat menggunakan lampu meja atau lampu baca, reflektor, atau sumber cahaya sekunder (fill light) terpisah sebagai sumber cahaya buatan. Ketiganya bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau.

Bagi pemula dalam fotografi produk, Anda bisa berinvestasi dalam perlengkapan pencahayaan yang mudah digunakan: lightbox.

Manfaatkan benda dan ruangan di sekitar Anda

Anda bisa mengambil foto produk dari rumah hanya dengan bermodalkan meja dan latar belakang putih (Anda dapat menggunakan dinding atau kertas).

Untuk mendapatkan hasil foto produk yang bagus, letakkan meja dekat dengan sumber pencahayaan.

Anda tidak perlu memiliki ruangan khusus untuk dijadikan studio foto; ruangan yang mendapat banyak sinar matahari dapat Anda jadikan studio foto Anda.

Tips💁 – Jika rumah atau kantor mengarah ke timur, ambil foto produk sebelum tengah hari. Untuk kantor atau rumah yang menghadap ke barat, manfaatkan sinar sore matahari untuk mengambil foto produk.

Cara membuat foto produk menarik walau tanpa studio foto adalah dengan meletakkan karton putih di atas kursi, dan menjadikannya tempat untuk meletakkan produk yang akan difoto.

Pelajari teknik dasar edit foto

Hal terakhir yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil foto produk yang menarik adalah editing foto. Alokasikan waktu setelah pemotretan produk untuk melakukan proses editing foto.

Dalam proses editing, Anda dapat:

  • Meningkatkan kualitas foto
  • Menambahkan elemen brand atau watermark pada foto
  • Membuat foto produk terlihat seragam dan menarik

Anda dapat memilih untuk menggunakan software atau aplikasi edit foto gratis online (seperti GIMPCanva, or Pixlr) atau software editing berlisensi (Adobe PhotoshopLuminar, atau CorelDRAW). 

Biasanya penggunaan software editing berlisensi akan akan dikenakan biaya bulanan. Namun, harganya bisa saja turun saat ada promo atau diskon. Tahun 2019, Adobe memberikan potongan 40% untuk biaya lisensi di saat Black Friday.

Anda dapat menemukan berbagai video tutorial edit foto di YouTube yang menjelaskan teknik dasar dalam edit foto dan menunjukkan fungsi fitur di berbagai software edit foto.

Cara membuat foto produk menarik

Setelah mengetahui pentingnya foto produk yang menarik untuk keberhasilan bisnis online, sekarang saatnya Anda mengetahui beberapa cara foto produk yang memberikan hasil foto produk yang apik dan menarik.

Dengan mengetahui tips dan trik dalam fotografi produk, Anda dapat:

  • Menghemat pengeluaran. Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk jasa foto produk profesional.
  • Menambah produk baru ke toko kapan saja karena sesi foto produk dapat dilakukan kapan pun tanpa perlu menunggu jasa fotografer.

Siapkan studio foto

Hal pertama yang perlu disiapkan untuk mengambil foto produk adalah studio foto.

Gunakan meja atau kursi dan letakkan di dekat sumber cahaya (alami atau buatan).

Pastikan latar belakang putih memenuhi frame kamera. Anda juga dapat menggunakan sweep atau kertas melengkung sebagai latar belakang foto produk Anda.

Siapkan ponsel atau kamera

Setelah menyiapkan studio, siapkan ponsel atau kamera Anda.

Gunakan tripod dan atur ketinggiannya sesuai kebutuhan.

Tips foto produk 💁 – Jika memungkinkan, ambil foto produk dari level ketinggian yang sama. Dengan begitu, foto produk Anda akan terlihat seragam dan menarik. 

Setelah selesai mengatur ketinggian tripod, cobalah mengambil beberapa foto untuk mengatur pengaturan warna pada kamera Anda.

Aspek lain yang juga memengaruhi hasil foto produk Anda adalah pencahayaan, latar belakang putih, dan penggunaan reflektor.

Selalu cek DOF (depth of field) dan shutter speed pada kamera, terutama setelah mengambil foto di luar ruangan.

Atur pencahayaan

Pencahayaan dan penggunaan reflektor adalah kunci untuk memiliki hasil foto produk yang menarik.

Sebelum mengambil foto produk, cobalah mengambil beberapa foto untuk mengetahui intensitas pencahayaan di studio foto.

Anda dapat mengatur pencahayaan yang pas dengan posisi produk dan sudut pengambilan fotonya.

Sesuaikan pencahayaan dengan mengubah posisi reflektor terlebih dahulu. Hal ini lebih mudah dilakukan dibandingkan memindahkan posisi atau mencabut dan memasang kabel lightbox.

Jika Anda ingin menggunakan sumber pencahayaan alami, lakukan sesi foto produk di ruangan yang mendapat banyak sinar matahari pada siang hari untuk hasil foto terbaik.

Ambil foto produk dari berbagai sudut

Dalam proses pemotretan foto produk, Anda dapat bereksperimen dengan mengambil foto dari berbagai sudut dan jarak yang berbeda.

Temukan sudut dan jarak bidikan yang tepat untuk menunjukkan detail produk Anda.

Jangan ragu untuk mengambil foto close-up produk, terutama untuk menunjukkan detail produk Anda.

Pastikan Anda menampilkan fitur produk di semua foto produk yang Anda ambil.

Contoh: Jika salah satu produk jam tangan yang Anda jual memiliki 4 atau 5 foto close-up, pastikan jam tangan lainnya juga memiliki close-up dengan jumlah yang sama. 

Menunjukkan fitur produk di foto adalah salah satu cara untuk membangun kepercayaan dengan calon pembeli. Semakin banyak foto produk yang ditampilkan, semakin besar pula keyakinan konsumen untuk membeli produk Anda.

Edit foto jadi menarik

Tahap terakhir untuk mendapatkan foto produk yang menarik adalah edit foto.

Setelah sesi foto produk selesai, pindahkan foto dari kamera atau smartphone ke komputer.

Sebelum memindahkan data, pastikan komputer Anda memiliki ruang memori yang cukup untuk menyimpan file foto dengan ukuran besar, terutama foto yang diambil dengan DSLR.

Sebaliknya, file foto pada smartphone memiliki ukuran yang lebih kecil. Namun, foto yang diambil dengan smartphone tetap memiliki kualitas yang bagus bahkan setelah diedit.

Ketika mengedit foto, Anda dapat menghilangkan objek yang tidak diinginkan, menyesuaikan keseimbangan warna, mengubah frame, atau menambahkan watermark brand.

Terakhir, pastikan file foto disimpan dalam berbagai ukuran dan format jika foto produk nantinya akan digunakan di platform berbeda (misalnya, sosial media, spanduk, dan email).

10 tips foto produk dengan smartphone

Jika studio foto dan produk yang akan difoto sudah siap, Anda dapat mulai melakukan sesi pemotretan produk Anda. Berikut ini adalah 10 tips foto produk yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan hasil foto produk yang menarik.

cara foto produk

1. Jaga kebersihan lensa kamera

Lensa yang kotor dengan jejak sidik jari, minyak, atau debu akan menurunkan ketajaman dan kualitas foto produk. 

Gunakanlah kain mikrofiber untuk membersihkan lensa. Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah membersihkan lensa kamera dengan tisu. Padahal, tisu dapat menggores lensa dan menurunkan kualitas foto produk Anda. 

2. Jangan gunakan autoflash 

Jika Anda menggunakan smartphone untuk foto produk, sebaiknya matikan autoflash kamera.

Gunakan autoflash hanya saat Anda memotret di tempat yang minim cahaya.

Untuk menentukan apakah Anda memerlukan flash atau tidak, ambil beberapa foto untuk menguji dan memeriksa intensitas cahaya.

cara foto produk

3. Pelajari mode kamera

Sebagian besar smartphone memiliki lebih dari satu mode kamera. Mengetahui mode yang tepat untuk cahaya atau latar belakang tertentu akan mempermudah dan mempercepat proses pengambilan foto produk Anda.

Umumnya, ponsel Anda memiliki mode HDR (High Dynamic Range), yang membantu menghasilkan foto yang tajam dan seimbang. 

Ponsel Anda mungkin juga memiliki mode live (tersedia di iPhone edisi terbaru), dan ukuran foto yang berbeda (portrait, persegi, panorama). Cara terbaik yang dapat Anda gunakan adalah mematikan mode live dan memilih ukuran standar. 

Jika Anda menggunakan Google Pixel, Anda dapat menggunakan kontrol suara untuk mengambil foto. 

4. Gunakan properti (secukupnya) 

Properti foto dapat mempercantik hasil foto produk Anda. 

Selain itu, properti yang sesuai akan menunjukkan bagaimana produk Anda seharusnya digunakan.

Jika Anda menjual wadah makanan, Anda dapat menggunakan potongan buah atau roti sebagai propertinya. 

Gunakan properti foto secukupnya, jangan berlebihan! Jika terlalu banyak properti yang Anda gunakan dalam foto produk, pembeli mungkin tidak akan mengetahui produk utamanya. Pastikan konsumen dapat melihat produk yang Anda jual dan akan mereka beli.  

cara foto produk

5. Gunakan fill light

Fill light adalah sumber cahaya buatan sekunder yang sinarnya tidak lebih terang dari lampu utama.

Fill light adalah alternatif yang dapat Anda gunakan jika tidak memiliki reflektor. Fill light berfungsi untuk menyeimbangkan bayangan dan memantulkan kembali cahaya tambahan ke subjek fotografi (produk Anda).

Untungnya, Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk fill light- cukup gunakan lampu meja atau senter yang ada di rumah.

6. Ubah warna latar belakang foto produk

Jika warna putih sudah sering digunakan sebagai latar belakang foto produk, sekarang saatnya bereksperimen dengan warna lain. 

Anda dapat menggunakan warna dan pola yang berbeda sebagai latar belakang agar foto produk Anda lebih unik dan menarik untuk dilihat. 

Catatan editor 📝 – Gunakan teori warna untuk mengaitkan produk Anda dengan warna yang tepat: jika Anda menjual minuman rasa lemon, ambil foto botol produk Anda dengan latar belakang kuning cerah.

Warna yang tepat tidak hanya akan menarik perhatian pembeli, namun juga dapat meningkatkan branding produk Anda. 

7. Hindari penggunaan digital zoom

Fitur zoom in dan zoom out pada smartphone tidak akan menghasilkan foto produk yang menarik. 

Penggunaan digital zoom akan menghasilkan foto produk yang buram dan berkualitas rendah. Solusi yang dapat Anda lakukan adalah dengan mendekatkan kamera ke produk untuk mendapatkan foto close-up. Hasilnya, foto produk Anda akan terlihat lebih tajam, mendetail, dan menarik.

cara foto produk

8. Gunakan kamera belakang

Kamera depan adalah yang terbaik untuk selfie, tapi untuk foto produk, gunakanlah kamera belakang. 

Pada umumnya, kamera belakang memiliki resolusi yang lebih baik untuk  menghasilkan foto produk yang lebih tajam dan berkualitas tinggi. 

9. Perhitungkan durasi edit foto

Editing foto produk memang menantang, tapi jangan habiskan waktu terlalu lama di proses editing foto. 

Fokus utama dalam mengedit foto produk adalah menghilangkan ketidaksempurnaan dan mengatur keseimbangan warna. 

Perlu diingat bahwa tujuan akhir dalam proses editing foto adalah untuk mendapatkan foto produk yang menarik, bukan untuk meningkatkan keterampilan Anda dalam menggunakan Photoshop.

cara foto produk

10. Gunakan lensa tambahan

Tahukah Anda bahwa ada aksesoris lensa tambahan untuk kamera smartphone?

Ada berbagai jenis lensa tambahan yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan kualitas foto produk Anda. Salah satu lensa tambahan yang sering digunakan adalah lensa fish-eye.

Lensa fish-eye adalah lensa sudut lebar yang bisa digunakan untuk mengambil foto close-up. Lensa ini akan menghasilkan foto produk yang unik dan menarik. Anda bisa membeli sebuah lensa smartphone dengan harga yang lebih murah dari lensa DSLR. 

Dengan sedikit biaya untuk membeli lensa smartphone yang murah, Anda dapat meningkatkan kualitas foto produk dan angka penjualan produk.

Ditulis oleh

Avatar penulis

Shinta

Shinta tidak ingin ada yang tertinggal dalam perkembangan teknologi. Dengan tulisan sederhana, ia membagikan informasi bermanfaat seputar e-Commerce dan digital marketing. Di waktu senggangnya, Shinta suka menonton film dokumenter dan mempelajari bahasa baru.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.

Siap buat website?