Holiday Sale: Hingga 69 % OFF

05

:

20

:

51

:

43

Blog Zyro

Semua Topik
Blog eCommerce Desain Esensial Ide Usaha Inspirasi Pemasaran Tips Berbisnis

Cara Membuat Newsletter yang Bisa Meningkatkan Penjualan

Newsletter merupakan salah satu faktor penting untuk kesuksesan brand Anda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara membuat newsletter yang menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Dalam dunia pemasaran, email sudah sering digunakan untuk membangun hubungan dan komunikasi dengan pelanggan.

Apa itu newsletter dan mengapa Anda harus mulai membuatnya?

Newsletter adalah laporan berkala yang dikirim oleh sebuah bisnis atau organisasi kepada konsumen, karyawan, atau pelanggannya. 

Umumnya newsletter berisi informasi terbaru yang dikemas menarik dan mudah dibaca. 

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui semua informasi tentang newsletter email atau e-newsletter. Kami akan menjelaskan cara membuat newsletter, memberikan contoh newsletter email dari berbagai situs, dan membagikan lima tool yang bisa digunakan untuk membuat newsletter.

Walaupun newsletter email terdengar kuno, tetapi masih efektif digunakan dalam strategi pemasaran karena beberapa alasan berikut:

  • Newsletter email adalah cara paling efektif bagi perusahaan untuk menarik perhatian calon pelanggan baru.
  • Konten promosi melalui email lebih mudah diterima dibandingkan platform lain. 
  • Newsletter dapat menjaga keterlibatan pelanggan dan kesadaran konsumen terhadap bisnis Anda. Selain itu, newsletter email juga dapat membangun kredibilitas brand Anda. 

cara membuat newsletter

Di masa sekarang, orang-orang cukup sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal. Walaupun Anda suka membaca, Anda akan bosan dan lelah untuk terus scroll up artikel atau email yang panjang, bukan?

Oleh karean itu, Anda perlu mengetahui cara membuat newsletter yang tidak hanya enak dibaca tetapi juga berkualitas, menarik, dan bermanfaat.

Bagaimana newsletter membantu mewujudkan tujuan bisnis Anda?

Selain memilih konten dan mengetahui keinginan pasar, Anda perlu memikirkan seberapa sering Anda mengirimkan newsletter.

Newsletter email dapat menjadi faktor penting dalam kesuksesan bisnis Anda. Itulah mengapa Anda perlu menggunakan newsletter email dan mengetahui cara membuat newsletter yang bisa mendatangkan keuntungan.

Dengan newsletter, Anda dapat:

  • Memotivasi karyawan. Anda dapat menggunakan newsletter untuk memberi ucapan selamat dan bonus kepada karyawan yang berhasil mencapai target penjualan. Dengan ini, Anda mungkin saja bisa memotivasi karyawan lain untuk mencapai target kerja mereka.
  • Mengembangkan relasi antar B2B. Gunakan newsletter untuk membangun kredibilitas bisnis dengan membagikan berita terbaru seputar bisnis di niche Anda.
  • Mempromosikan koleksi baru. Bagi retailer, newsletter bisa digunakan untuk membagikan informasi tentang peluncuran produk terbaru dan membuat pelanggan mereka bersemangat.

cara membuat newsletter

7 Cara Mudah Membuat Newsletter

Jika dibuat dengan benar, newsletter akan dapat meningkatkan pendapatan bisnis Anda.

Nah, berikut ini adalah cara membuat newsletter email yang pastinya akan dibuka dan diklik oleh pelanggan dan meningkatkan traffic website Anda.

Langkah 1. Susun strategi untuk membuat newsletter

Setelah menyusun dan mengembangkan strategi untuk brand Anda, target pasar, dan rencana pemasaran; Sekarang saatnya Anda membuat strategi untuk newsletter.

Untuk itu, mari kita lihat hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat newsletter.

cara membuat newsletter

Siapa penerima newsletter Anda?

Jawabannya: target pasar bisnis Anda.

Dengan mengetahui target pasar, Anda akan memiliki gambaran untuk konten yang akan dibuat.

Jika penerima newsletter adalah pelanggan, maka buat dan susun kembali daftar email pelanggan Anda. Anda bisa mengelompokkan daftar email berdasarkan preferensi pelanggan atau pengguna yang sudah tidak aktif.

Namun, pastikan Anda sudah mendapatkan persetujuan pelanggan untuk mengirimkan newsletter ke email mereka. Selain itu, hindari mengirim spam kepada konsumen yang belum berlangganan newsletter Anda.

Jika Anda tidak punya daftar email pelanggan, pasang formulir pendaftaran di website Anda. Buat kolom alamat email yang wajib diisi dan kolom tambahan seperti nama dan tanggal lahir untuk mulai mengumpulkan daftar email.

Apa isi newsletter Anda?

Sebelum memikirkan tentang desain, tentukan terlebih dahulu jenis konten yang akan dibagikan di newsletter Anda. 

Hal ini akan membantu Anda dalam memilih tool dalam membuat newsletter. Misalnya, jika Anda ingin memasukkan artikel lengkap dalam newsletter, maka Anda memerlukan tool yang memiliki fitur editor. (Catatan: hindari memasukkan artikel lengkap jika memungkinkan).

Selain artikel, Anda dapat memasukkan berita terbaru, foto, atau iklan produk dan layanan Anda. 

Kapan newsletter email dikirim?

Jawabannya: kirim newsletter secara teratur.

Tentukan jangka waktu yang menurut Anda tepat. Bisa jadi mingguan, bulanan, bahkan mungkin setiap tiga bulan.

Dan, pastikan Anda selalu memiliki konten untuk dibagikan dan tool yang tepat untuk mengirimkan newsletter tepat waktu.

Bagaimana newsletter Anda dapat bermanfaat dan menarik perhatian pelanggan?

Jawabannya adalah dengan selalu memikirkan hal yang diinginkan oleh konsumen.

Pikirkan hal yang diinginkan pelanggan, dan bagikan lewat newsletter. Misalnya, sertakan kode diskon atau kesempatan untuk mencoba produk terbaru Anda.

Jika Anda mengirimkan email ke sesama anggota tim, Anda bisa mengirimkan info tentang adanya insentif atau wawancara dengan sesama rekan kerja.

Newsletter email tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan dan komunikasi dengan pelanggan Anda, tetapi juga bermanfaat untuk menarik perhatian pelanggan untuk kembali melakukan pembelian produk atau layanan bisnis Anda. 

cara membuat newsletter

Langkah 2. Kumpulkan konten

Pada langkah ini, Anda perlu memikirkan tentang konten newsletter.

Anda dapat memilih jenis konten apa saja. Namun, pastikan konten yang dipilih membuat newsletter Anda menarik, mudah dibaca, dan di saat yang sama tetap merepresentasikan brand Anda.

Tidak hanya konten, Anda juga perlu memperhatikan desain untuk newsletter email Anda. Berikut ini adalah beberapa contoh newsletter yang dapat menjadi inspirasi Anda:

Trello

Newsletter Trello umumnya bertemakan seputar dunia kerja.

Setiap email memiliki topik tersendiri dan menggunakan subjek email seperti judul blog untuk menarik perhatian konsumen. Desain newsletter Trello pun sesuai dengan tampilan websitenya.

Dengan membagi-bagikan konten menjadi potongan-potongan kecil, menggunakan ilustrasi, dan banyak tombol call-to-action, pelanggan dapat membaca isi email dengan mudah.

Selain itu, pembaca email juga dapat membuka website Trello hanya dengan mengklik tombol yang ada di email. Hal inilah yang dapat membantu meningkatkan traffic dan mengetahui keterlibatan pelanggan dengan newsletter.

Sumber: newsletter email Trello

Trude

Untuk brand yang lebih kecil, newsletter yang lebih personal adalah cara yang bagus untuk membangun hubungan dengan pelanggan.

Sama seperti Trello, setiap email Trude memiliki tombol call-to-action untuk meningkatkan jumlah pengunjung website dan calon pelanggan baru.

Kelebihan newsletter Trude adalah gaya bahasanya yang santai dan singkat. Selain itu, pembaca juga dapat mempelajari hal-hal baru tentang orang-orang di balik bisnis tersebut. 

Perlu diingat, hindari menulis artikel yang tidak ideal untuk konten email. 

Newsletter Trude berikut ini dikirim dalam edisi berbeda; ideal untuk bisnis kecil dengan anggota tim yang kecil pula. 

Sumber: newsletter email Trude

Cox & Cox

Newsletter tidak harus menampilkan gambar. Anda dapat membuat newsletter dengan konten dan desain yang sederhana jika itu memang sesuai dengan nilai brand dan target pasar Anda.

Format newsletter yang menampilkan produk adalah pilihan yang ideal untuk ecommerce. Anda dapat membagikan informasi tentang koleksi produk terbaru, hal trendi yang dapat menarik minat pembaca, dan informasi bermanfaat.

Untuk menarik perhatian konsumen, berikan kode diskon sebagai sambutan selamat datang bagi konsumen yang baru bergabung dengan daftar email pelanggan Anda. 

Sebagai bonus, Anda dapat memberikan pilihan kepada pengguna untuk mengatur preferensi email mereka masing-masing. Dengan begitu, pelanggan akan menerima newsletter yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. 

Sumber: newsletter email Cox & Cox

Langkah 3. Desain Template Newsletter

Dengan memiliki desain template newsletter, Anda akan tahu jumlah konten yang dibutuhkan untuk setiap email.

Sebelum mengirimkan newsletter email, Anda sudah harus memikirkan tentang subjek email, informasi menarik untuk newsletter, dan daftar email pelanggan yang akan menerima newsletter Anda. 

Template newsletter tidak hanya akan mempermudah Anda dalam mengemas konten newsletter, tetapi juga dapat mempertahankan konsistensi sebuah newsletter. Untuk itu, pastikan template newsletter Anda:

  • Mudah dibaca. Newsletter email kemungkinan besar hanya dibaca sekilas. Jadi, hindari penggunaan teks yang terlalu banyak dalam newsletter.
  • Memiliki tautan yang dapat diklik. Sediakan ruang pada template newsletter untuk tombol call-to-action, terutama untuk tindakan yang mengubah pelanggan dalam daftar alamat email menjadi pembeli.
  • Menyajikan konten menarik. Tidak ada yang menyukai newsletter dengan banyak teks. Libatkan pembaca Anda dan berikan ruang di template Anda untuk video dan gambar.

Anda dapat membuat template newsletter sendiri dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat template newsletter:

Identitas Brand

Source: newsletter email Transferwise

Konsumen bersedia bergabung ke daftar email Anda karena mereka ingin mengetahui informasi terkait bisnis Anda. Oleh karena itu, pastikan desain newsletter sesuai dengan identitas brand Anda.

Caranya cukup mudah. Masukkan elemen desain situs Anda di template newsletter. Perhatikan gambar newsletter Transferwise di atas. Mereka menggunakan pilihan warna dan ilustrasi yang sama untuk website dan newsletter.

Template newsletter yang terbaik adalah template dengan desain yang konsisten. Selalu gunakan warna, ukuran teks, jenis font, dan format ilustrasi yang sama untuk semua newsletter yang Anda kirim.

Konten teratas

Tahukah Anda bahwa 85% orang membuka email melalui smartphone? 

Dalam membuat template newsletter, Anda perlu memikirkan konten di bagian newsletter, atau konten pertama yang konsumen lihat saat membuka email Anda. Pastikan bahwa konten di bagian atas newsletter dapat menarik perhatian pelanggan.

Pada artikel ini, kami juga akan membahas cara menyempurnakan konten newsletter; Namun, sebelum itu, pikirkan desain template newsletter yang menarik perhatian pembaca, dan membuat mereka membaca keseluruhan isi newsletter email.

Call-to-action

Dalam membuat template, pastikan ada ruang untuk satu atau dua tombol call-to-action. Dengan tombol call-to-action, Anda berarti mengajak pembaca email untuk melakukan tindakan tertentu seperti membeli produk, mengisi survei, atau membuka situs Anda.

Tombol call-to-action harus menjadi bagian penting dalam newsletter email Anda. Hanya dengan sekali klik, tombol call-to-action akan mengarahkan pembaca email ke website atau akun media sosial Anda.

Gunakan kalimat ajakan yang singkat dan sederhana untuk tombol call-to-action. Contoh: sebuah brand gaya hidup, Goop, menggunakan pengulangan kata pada tombol call-to-action di newsletter mereka.

Sumber: newsletter email Goop

Langkah 4. Sempurnakan konten newsletter

Dalam membuat newsletter, ingatlah bahwa Anda sedang membangun alat yang harus bisa lebih unggul dan lebih menarik dari semua newsletter email kompetitor Anda. Untuk itu, periksalah hal-hal berikut ini:

Subjek email

Jangan abaikan kolom subjek pada newsletter email Anda. Berdasarkan pengamatan, tidak semua orang membuka newsletter. Walaupun nama perusahaan Anda sudah tertulis di kolom subjek email, email pemasaran ini belum tentu dibuka oleh pelanggan newsletter.

Untuk itu, subjek email harus bisa menggugah perasaan pelanggan. Subjek email yang ditulis tepat akan mampu membuat para penerima email bersemangat atau penasaran untuk membuka isi email tersebut. 

Dan, ingatlah untuk selalu mempertahankan identitas brand Anda. Bahkan, Anda tidak perlu lagu untuk menggunakan emoji atau teka-teki dalam subjek email jika memang hal ini sesuai dengan identitas brand Anda.

Urutan konten

Dalam membuat newsletter, Anda harus ingat bahwa newsletter email kemungkinan hanya akan dibaca sekilas. Mungkin email hanya dilihat dalam 30 detik atau bahkan kurang. Jadi, letakkan konten penting di bagian teratas.

Selain konten penting, hal penting lain yang harus ada di bagian atas newsletter adalah logo brand, diikuti dengan konten lain seperti iklan atau voucher kode diskon.

Semua konten dalam newsletter Anda memang harus menarik, tetapi taruhlah konten penting di bagian atas. Konten tambahan lain dan tautan ke media sosial dapat di taruh di bagian bawah newsletter. 

Penulisan isi konten

Sebelum dikirim, pastikan newsletter Anda tidak memiliki kesalahan ejaan. Jika memang perlu, Anda bisa meminta orang lain untuk memeriksa kembali isi newsletter Anda.

Ingat, cara terbaik untuk menarik perhatian pembaca adalah dengan membuat newsletter yang singkat, padat, jelas, dan menarik.

Sumber: newsletter email Leon

Tautan call-to-action

Dengan newsletter, Anda membagika informasi apa saja kepada pelanggan. Misalnya, pembaruan website atau artikel terbaru di blog Anda.

Daripada memasukkan konten dengan banyak teks ke dalam newsletter, lebih baik Anda menggunakan tombol dan tautan call-to-action. Selain itu, Anda juga dapat menampilkan ringkasan dari artikel tersebut.

Gunakan tautan pada newsletter Anda untuk meningkatkan konversi dan traffic pengunjung website. 

Informasi kontak

Masukkan informasi kontak bisnis di bagian akhir newsletter. Namun, pastikan informasi kontak ini bisa terlihat oleh pembaca email.

Kontak yang Anda sediakan dapat berupa alamat email, tautan ke akun media sosial, dan tautan untuk berhenti berlangganan newsletter.

Untuk lebih melibatkan pelanggan, sediakan pula tautan khusus yang bisa digunakan pelanggan untuk mengelola preferensi email mereka. Dengan cara ini, mereka dapat menentukan sendiri update dan informasi yang ingin mereka dapatkan.

Langkah 5. Tingkatkan kualitas newsletter

Pada langkah ini, ada beberapa hal yang perlu Anda periksa agar newsletter email Anda jadi semakin berkualitas dan berhasil meningkatkan penjualan.

Ukuran email

Ingat: lebar standar newsletter email adalah 550 – 600 piksel. Untuk panjang email, sesuaikan dengan konten Anda. Namun, hindari membuat konten yang terlalu panjang. Konten yang terlalu panjang hanya akan membuat pembaca mengabaikan newsletter Anda.

Karena kita tidak tahu jenis perangkat yang digunakan pembaca untuk membuka email, maka pastikan ukuran newsletter sudah diperiksa sebelum dikirim.

Personalisasi

Email pemasaran yang dipersonalisasi bagi setiap pelanggan bisa meningkatkan penjualan Anda. Faktanya, 91% konsumen cenderung melakukan pembelian di perusahaan yang mengingat mereka dan menyediakan rekomendasi individual.

Umumnya, personalisasi dimulai dari formulir berlangganan newsletter. Selain email, Anda dapat meminta informasi tambahan seperti tanggal ulang tahun, nama, dan warna favorit konsumen.

Jika Anda memiliki ecommerce, Anda bisa menggunakan informasi dari pembelian sebelumnya untuk menyesuaikan isi konten dengan masing-masing preferensi pelanggan pada daftar email Anda.

Personalisasi konten newsletter memiliki berbagai cakupan, tergantung software email yang Anda gunakan. 

Legalitas

Dalam artikel ini, kami telah menjelaskan bahwa Anda perlu menyediakan tautan bagi pelanggan yang ingin berhenti menerima newsletter. Berdasarkan beberapa undang-undang penting (misalnya CAN-SPAM dan GDPR), penerima email memiliki hak untuk menerima dan menolak newsletter Anda.

Berdasarkan undang-undang GDPR Eropa, konsumen perlu memberikan alamat email mereka untuk menerima newsletter. Selain itu, mererka juga bisa memilih preferensi konten newsletter yang bersedia mereka terima. 

Kompatibilitas browser

cara membuat newsletter

Pastikan desain newsletter kompatibel dan bisa dibuka di berbagai browser populer dan penyedia email (jika memungkinkan). Lakukan browser testing untuk mengetahui tampilan newsletter di browser tertentu.

Desain newsletter mungkin terlihat bagus di Outlook tetapi tidak di Gmail. Cara mudah untuk melakukan browser testing adalah dengan mengirim newsletter Anda ke beberapa alamat email dummy atau email sementara.

Dengan melakukan browser testing, Anda akan mengetahui seberapa menarik konten newsletter Anda. 

Alt dan teks biasa

Newsletter dengan banyak konten gambar mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk dimuat. Sebagai antisipasi, gunakan deskripsi teks alt untuk menjelaskan isi gambar.

Selain itu, pastikan juga desain newsletter Anda terlihat bagus dalam format teks biasa. Dengan banyaknya pilihan penyedia layanan email, mungkin ada beberaa yang tidak bisa menampilkan HTML dengan benar. 

Langkah 6. Libatkan pelanggan

Sekarang, Anda perlu fokus pada daftar email penerima newsletter Anda. Jika jumlah pelanggan setia Anda masih belum banyak, maka jumlah pelanggan newsletter Anda bisa naik-turun kapan saja. Oleh karena itu, Anda perlu mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak konsumen yang berlangganan newsletter Anda.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang dapat Anda aplikasikan di berbagai bagian website untuk menarik perhatian pembaca baru atau membangun komunikasi dengan konsumen atau klien.

Di website

Buat formulir kontak dengan desain sederhana yang muncul di semua halaman.

Pada formulir kontak tersebut, sediakan kolom untuk alamat email dan tombol call-to-action bertuliskan “daftar” atau “berlangganan”.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan satu kalimat atau beberapa poin singkat yang menjelaskan isi konten newsletter atau keuntungan yang didapat dengan bergabung ke daftar berlangganan newsletter Anda. 

Di tahap pembayaran

Keterlibatan pelanggan masih dapat berlanjut, bahkan setelah mereka melakukan pembelian.

Pada halaman pembayaran, tambahkan kotak yang dapat digunakan pembeli untuk bergabung menjadi penerima newsletter Anda. 

Sebagai bonus, berikan kode diskon untuk pembelian mereka yang berikutnya. Dengan begitu, pelanggan akan merasa dihargai, dan Anda bisa meningkatkan jumlah orang yang berlangganan newsletter.

Di pop-up

Source: situs Cox & Cox

Munculkan notifikasi pop-up untuk menunjukkan formulir berlangganan newsletter kepada pengunjung website Anda. Namun, pastikan pop-up tidak mengganggu kenyamanan pengunjung website.

Buat notifikasi pop-up yang sederhana dan beri tahu konsumen apa yang akan mereka dapatkan saat berlangganan newsletter Anda.

Selain itu, permudah proses registrasi dengan meletakkan kotak registrasi langsung di tampilan pop-up.

Di media sosial

Pengikut Anda di media sosial adalah target pasar yang sudah familiar dengan konten pemasaran Anda. Oleh karena itu, mereka mungkin juga tertarik dengan newsletter Anda.

Anda dapat membagikan pratinjau konten newsletter di media sosial atau menulis caption yang menjelaskan cara untuk bergabung ke daftar penerima newsletter Anda.

Catatan: ingatlah untuk selalu memberikan tautan pendaftaran yang bisa langsung di klik oleh pengikut Anda di media sosial.

Di email pemasaran

Mengirim ajakan untuk bergabung menjadi penerima newsletter email melalu email mungkin terdengar berlebihan. Namun, pasti ada orang-orang dalam daftar email Anda yang belum mendaftar untuk menerima newsletter Anda.

Selalu tawarkan kesempatan bagi pembeli dan pelanggan setia Anda untuk bergabung menjadi penerima newsletter Anda. Saat mengirimkan email pemasaran lainnya, masukkan satu baris kalimat yang menyarankan mereka untuk bergabung di penerima newsletter dan mendapatkan keuntungan seperti diskon eksklusif, berita terbaru, dan lainnya. 

Langkah 7. Analisis dan tingkatkan.

Setelah mengetahui cara membuat newsletter, kini Anda perlu tahu cara mengukur keberhasilan strategi pemasaran dengan newsletter email.

Langkah terakhir ini adalah proses yang harus selalu dilakukan setiap saat, yaitu menganalisis keberhasilan pemasaran email Anda.

Dengan terus menganalisis newsletter, maka Anda bisa meningkatkan kualitas newsletter Anda jadi lebih baik.  

Ikuti cara-cara berikut ini untuk memastikan konten Anda tetap relevan dan pelanggan tetap terlibat dalam strategi pemasaran yang Anda lakukan.

Analisis

Sejak awal, Anda sudah harus memiliki tool analisis pemasaran untuk mengukur keberhasilan newsletter dengan metrik kuantitatif.

Hal yang perlu Anda ukur adalah persentase email dibuka (open rate), jumlah pengunjung yang mengeklik iklan (click-through rate/CTR), dan persentasi orang yang berhenti berlangganan newsletter. 

Dengan mengetahui hal-hal di atas, Anda akan mengetahui bagaimana pelanggan atau pembaca email menanggapi konten newsletter Anda.

Awalnya, memang cukup sulit untuk mengetahui jika tidak ada yang tertarik dengan penawaran bisnis Anda. Namun, seiring berjalannya waktu, newsletter dan bisnis Anda akan jadi lebih baik.

Split testing

Split testing sama seperti A/B testing. Artinya, Anda membandingkan dua variabel berbeda untuk menentukan variabel yang paling efektif.

Untuk melakukan split testing pada newsletter, Anda bisa mulai dengan membuat beberapa versi newsletter untuk dikirimkan ke kelompok daftar email yang berbeda pula. Dalam uji coba ini, Anda dapat mengubah subjek email, jumlah call-to-action, atau isi konten newsletter secara umum.

Jika daftar email Anda cukup banyak, Anda dapat melakukan split testing pada sekelompok kecil pelanggan atau dengan menggunakan tool pemasaran email.

Kampanye drip

cara membuat newsletter

Kampanye drip adalah strategi pemasaran yang dilakukan berdasarkan perilaku pelanggan. Dengan kampanye ini, pelanggan yang baru bergabung dalam daftar email Anda akan menerima newsletter yang sudah dijadwalkan selama periode waktu tertentu.

Melalui kampanye drip, pelanggan bisa bergabung ke daftar email penerima newsletter kapan saja dan langsung mendapatkan newsletter email.

Selain email yang dikirim secara otomatis ke pengguna baru, Anda juga dapat menjadwalkan tanggapan otomatis (autoresponder) untuk mengirim email kampanye drip selama periode tertentu.

Untuk pengguna baru, email kampanye drip yang tepat adalah email ajakan untuk mengikuti media sosial brand Anda atau email yang menyertakan kode diskon.

Jangan lupa untuk selalu memantau keberhasilan email kampanye drip dan membandingkannya dengan strategi email pemasaran yang lain.

Feedback dari pembaca email

Selain menggunakan tool analisis dan autoresponder, Anda juga harus mempertimbangkan feedback dari para pembaca newsletter Anda.

Dalam dunia bisnis, feedback adalah hal yang penting. Jadi, jangan ragu untuk meminta feedback dari pembaca email tentang newsletter Anda. 

Cara ini bisa berhasil untuk memahami kebutuhan pelanggan atau berkomunikasi dengan sesama anggota tim. Tanyakan kepada mereka apa yang ingin mereka baca, lihat, atau terima dari sebuah newsletter.

Bahkan, Anda dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan membuat newsletter sesuai dengan preferensi pelanggan newsletter Anda.

5 tool untuk membuat newsletter

Setelah mengetahui cara membuat newsletter, kini Anda perlu tahu berbagai pilihan tool yang dapat mempermudah Anda dalam membuat newsletter.

Ada banyak jenis tool yang dapat membantu Anda membuat newsletter email. Namun, tool pembuat newsletter yang terbaik memiliki hal-hal berikut ini:

  • Fitur untuk tindakan optimasi email seperti A / B testing, optimasi waktu pengiriman, dan tool untuk memahami perilaku konsumen.
  • Template yang bisa diedit agar sesuai dengan identitas brand Anda.
  • Paket yang bisa mendukung jumlah kontak untuk daftar email bisnis Anda.

Berikut ini adalah 5 tool untuk membantu Anda membuat newsletter:

1. Zyro adalah website builder yang memiliki berbagai variasi template dengan editor drag-and-drop yang mudah digunakan. Selain itu, Zyro juga memiliki tool AI branding untuk bisnis, didukung SEO, dan terintegrasi dengan berbagai tool canggih. Jadi, jika Anda membuat situs eCommerce dengan Zyro, maka Anda dapat mengintegrasikan Mailchimp untuk membuat newsletter pemaasaran Anda.

2. Mailchimp adalah salah satu penyedia tool email marketing terlengkap. Anda bisa mendapatkan dukungan newsletter email mulai dari $0/bulan. Untuk paket Standard seharga $25/bulan, Anda akan mendapatkan fitur tambahan seperti costumer journey builder dan penargetan perilaku.

3. Canva menyediakan berbagai konten online gratis dan berbayar yang dapat diakses semua orang. Dengan berbagai pilihan template yang tersedia, Anda bisa membuat newsletter yang sesuai dengan identitas brand Anda dan saling berkolaborasi dengan sesama tim Anda.

4. LucidpressEditor adalah platform template yang memiliki template profesional dengan fitur drag-and-drop dan otomatisasi data. Anda akan mendapatkan penawaran spesial untuk pembelian paket bisnis Lucidpress.

5. Sendinblue: Situs ini menawarkan banyak dukungan kepada pengguna untuk membuat daftar email dan mengirimkan newsletter. Hanya dengan $ 65/bulan, Anda akan mendapatkan A/B testing, optimasi waktu pengiriman, dan 1.000.000 penerima email.

Jadi, bagaimana cara membuat newsletter efektif?

Untuk membuat newsletter email yang efektif, menguntungkan, dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan, Anda perlu:

  • Mengenali target pasar. Selalu pastikan bahwa Anda menyediakan hal yang dibutuhkan oleh konsumen.
  • Berpegang pada nilai dan identitas brand. Gunakan desain dan sampaikan pesan yang sesuai dengan identitas brand Anda.
  • Memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat bagi konsumen di setiap newsletter.

Ditulis oleh

Avatar penulis

Shinta

Shinta tidak ingin ada yang tertinggal dalam perkembangan teknologi. Dengan tulisan sederhana, ia membagikan informasi bermanfaat seputar e-Commerce dan digital marketing. Di waktu senggangnya, Shinta suka menonton film dokumenter dan mempelajari bahasa baru.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.

Siap buat website?