Promo Spesial HINGGA 87 % OFF

+ GRATIS domain dengan beli paket tahunan

Penawaran berakhir dalam:

00 :

13 :

42 :

34

Panduan Singkat Cara Cek Pemilik Domain

cek pemilik domain

Mengapa Anda perlu mengetahui pemilik suatu domain?

Mengetahui pemilik dari suatu domain tidak hanya akan menjawab rasa penasaran Anda, namun juga dapat menjadi sebuah informasi berharga.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk dapat mengetahui pemilik domain adalah mengetahui cara cek pemilik domain.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan cara mengetahui pemilik domain, penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya cek pemilik domain, dan cara mencari domain Anda sendiri.

Cara mengetahui pemilik domain

Salah satu pertanyaan yang mungkin terlintas dalam benak Anda saat melihat nama domain yang menarik adalah:

Siapakah pemilik domain ini dan bagaimana cara menemukannya?

Untuk mencari tahu pemilik sebuah domain, Anda dapat menggunakan WHOIS. Perlu Anda ketahui, WHOIS bukan akronim. Sama seperti terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, WHOIS Lookup (juga dikenal sebagai WHOIS IP Checker) membantu Anda untuk mendapatkan informasi kontak dan mengetahui pemilik sebuah situs.

Berikut ini adalah cara kerja WHOIS Lookup dengan ICANN WHOIS Lookup:

  1. Buka tool ICANN dan masukkan nama domain pada kolom pencarian.
  2. Klik tombol Lookup. Kami menggunakan Facebook.com sebagai contoh.
  3. Informasi terkait alamat website akan muncul pada layar Anda.

Pernahkah Anda merasa penasaran tentang pemilik sebuah website?

Temukan cara mengetahui pemilik nama domain di artikel ini.

Di artikel ini, kami akan memberi tahu Anda bagaimana cara mengetahui informasi pemilik domain dengan mudah menggunakan tool WHOIS Lookup.

Cara mengetahui pemilik domain

Sering kali pemilik domain terdaftar tidak menyembunyikan detail kontak mereka. Hal ini akan mempermudah proses Anda untuk mengetahui pemilik suatu domain.

Anda hanya perlu membuka tool lookup domain, dan masukkan nama domain pada kolom pencarian.

Berikut ini adalah tiga langkah mudah cek pemilik domain dengan ICANN Lookup:

  1. Buka tool ICANN dan masukkan nama domain pada kolom pencarian.
  2. Klik tombol Lookup. Kami menggunakan Facebook.com sebagai contoh.
  3. Informasi terkait alamat website akan muncul pada layar Anda.

Tahukah Anda mengapa pada gambar hasil pencarian domain di atas tidak menampilkan pemilik domain?

Hal ini karena Facebook.com adalah salah satu nama domain yang paling sering dicari di dunia dan semua orang tahu siapa pemiliknya.

Namun, Anda tetap penasaran kan siapa pemiliknya?

Terkadang Anda ingin menemukan pemilik domain meskipun si pemilik domain memiliki cara sendiri untuk menyembunyikan identitasnya.

Kami akan menjelaskan hal ini di bagian selanjutnya dalam artikel ini.

Sesungguhnya, tujuan untuk mengetahui pemilik domain adalah mendapatkan detail kontak dan informasi domain yang sudah terdaftar dan membeli domain tersebut.

Jadi, bagaimana cara mengetahui pemilik domain? Gunakan WHOIS.

Memilih tool WHOIS Lookup

Ada banyak tool online WHOIS Lookup yang dapat Anda pilih untuk mengetahui pemilik domain.

Tool online tersebut bekerja dengan mencari database WHOIS dan menyediakan informasi berupa:

  • Detail kontak pemilik domain
  • Pendaftaran nama domain.
  • Tanggal kedaluwarsa domain.

Tiga tool populer yang sering digunakan untuk cek pemilik domain adalah:

ICANN Lookup

Cek pemilik domain dengan ICANN

ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) memberikan ringkasan sederhana dari record WHOIS. Anda akan mendapatkan informasi terkait:

  • Tanggal kedaluwarsa domain.
  • Pemilik domain.
  • Tanggal domain didaftarkan.
  • Ke mana domain diarahkan.

ICANN Lookup tersedia dalam beberapa bahasa dan menyediakan informasi terkait kebijakan pendaftaran dan topik lainnya.

WHOis.net

WHOis.net telah tersedia sejak akhir tahun 90-an dan sangat mudah digunakan. Anda dapat melakukan pencarian WHOIS dengan alamat IP atau URL.

WHOis.net memberikan informasi lengkap terkait ketersediaan nama domain. Jika nama domain sudah digunakan, WHOis.net akan memberi tahu Anda siapa pemilik domain tersebut dan ke mana domain tersebut diarahkan.

WHO.is

Cek pemilik domain dengan WHOis

Salah satu cara mengetahui pemilik domain adalah dengan menggunakan tool WHO.is. Tool ini akan memberikan rincian lengkap tentang suatu domain, seperti: status, server, dan tanggal kedaluwarsanya. Jika tersedia, Anda juga dapat melihat info kontak si pemilik domain.

Beli dan transfer nama domain

Siapa cepat, dia dapat adalah prinsip yang berlaku dalam registrasi domain. Alamat web yang sama tidak dapat dimiliki oleh lebih dari satu orang.

Namun, registrar domain dapat melakukan transfer domain ke registrar lain.

Transfer domain adalah alasan banyaknya record WHOIS dan informasi tentang registrar domain yang dapat diakses publik.

Namun, Anda akan tetap mengalami beberapa kendala dalam membeli dan mentransfer nama domain. Empat langkah yang dapat Anda lakukan adalah:

Langkah 1: Lakukan riset

Ada kalanya Anda tidak menemukan informasi dan data pemilik domain yang Anda cari.

Hal ini dapat terjadi jika pemilik situs menggunakan software pengaman domain.

Salah satu alasan umum bagi seorang pemilik website untuk menyembunyikan detail kepemilikannya adalah untuk melindungi privasi.

Apabila record WHOIS menampilkan informasi kontak domain yang bersifat informasi umum, kemungkinan besar domain tersebut menggunakan software domain forwarding untuk menyembunyikan informasi domain dari publik.

Jika ini adalah kendala yang Anda hadapi, maka satu-satunya cara mengetahui pemilik domain adalah dengan menghubungi pemiliknya melalui website.

Langkah 2: Mencari pemilik domain secara manual

Privasi adalah hal terpenting dalam dunia online. Record WHOIS dapat menunjukkan informasi kontak yang ingin disembunyikan oleh registrar.

Registrar dapat menyembunyikan informasi sederhana seperti tanggal perpanjangan nama domain atau informasi sensitif seperti kontak tagihan.

Jangan khawatir. Masih ada cara lain yang dapat Anda lakukan walaupun informasi nama domain disembunyikan oleh pemilik website.

Sering kali, pemilik website menampilkan lokasi dan informasi kontak yang dapat dihubungi pada halaman website mereka.

Informasi kontak yang dimaksud dapat berupa lokasi kantor perusahaan, alamat email, nomor telepon, layanan bantuan pelanggan, atau media sosial. Informasi yang disediakan tersebut dapat Anda gunakan untuk mengajukan pertanyaan tentang domain terkait.

Langkah 3: Menggunakan jasa broker domain

Walaupun opsi ini jarang dilakukan dan membutuhkan biaya lebih, menggunakan jasa broker domain dapat menjadi alternatif saat membeli nama domain.

Salah satu kendala dalam membeli nama domain adalah kesulitan dalam menilai suatu nama domain hanya berdasarkan produk dan promosi yang ditawarkan oleh registrar.

Broker domain akan mempertimbangkan nilai sebuah domain dan membuat penawaran berdasarkan faktor-faktor yang mungkin Anda lewatkan.

Benar bahwa Anda dapat menggunakan mesin pencari untuk mengetahui latar belakang pemilik situs dan mencari tahu hal lainnya, tetapi tidak ada salahnya jika hal ini diserahkan kepada pihak yang lebih ahli.

Kepiawaian yang broker miliki untuk mendampingi Anda dalam menentukan harga domain membuat pilihan ini menjadi opsi paling efektif.

Langkah 4: Melakukan transfer domain

Selamat! Setelah melalui langkah-langkah di atas, kini Anda telah berhasil menjadi pemilik baru domain yang Anda inginkan.

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah melakukan transfer nama domain.

Dulu, proses transfer nama domain cukup ribet dan menyusahkan bagi para pembuat website.

Namun, itu dulu.

Sebagai pemilik baru sebuah domain, Anda harus punya kode EPP terutama jika Anda akan mentransfer domain ke perusahaan hosting baru.

Artikel ini membantu Anda mengetahui cara mendapatkan kode EPP untuk melakukan transfer domain. Namun, Anda juga dapat menghubungi Tim Customer Success di penyedia layanan hosting melalui email untuk membantu proses transfer domain ini.

Mengapa perlu cek pemilik domain?

Banyaknya layanan web hosting yang tersedia tidak menjamin kemudahan dalam mencari nama domain dengan pemilik terdaftar.

Akan jadi lebih baik bagi Anda untuk mempertimbangkan privasi, terutama dengan makin berkembangnya tren bisnis ‘domain flipping’ atau jual beli nama domain. Domain flipping adalah metode bisnis di mana sebuah nama domain dibeli dengan harga rendah dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Perlu diingat bahwa Anda dapat memiliki reputasi yang tidak baik sebagai pemilik nama domain jika membeli domain yang sering “diperjualbelikan”

Oleh karena itu, cek pemilik domain dapat menjadi indikator baik bagi legalitas suatu registrar.

Menggunakan nama brand atau email website yang sering diperjualbelikan dapat mengurangi jumlah pengunjung website Anda.

Anda dapat menggunakan sertifikat SSL untuk melindungi privasi email pengunjung situs Anda. Namun, perlu diingat bahwa SSL tidak dapat melindungi pilihan nama situs dan pemiliknya dari pendapat pengunjung situs

Ditulis oleh

Avatar penulis

Shinta

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.