PENAWARAN TERBATAS - Hemat hingga 60 %

+ GRATIS Domain 1 tahun

Penawaran berakhir dalam:

00 :

08 :

46 :

40

Blog Zyro

Semua Topik
Blog eCommerce Desain Esensial Ide Usaha Inspirasi Pemasaran Tips Berbisnis

Marketing Funnel: Definisi dan Manfaatnya

Anda pasti akan menemukan banyak istilah aneh di dunia pemasaran dan penjualan. Salah satu istilah aneh dalam dunia pemasaran adalah marketing funnel.

Apakah Anda pernah mendengar istilah marketing funnel atau funnel marketing? Atau mungkin Anda bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan marketing funnel?

Secara sederhana, marketing funnel atau funnel marketing dapat dipahami sebagai sebuah alat visual yang digunakan untuk memahami seberapa baik upaya penjualan dan pemasaran bisnis Anda. 

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan semua hal yang perlu Anda ketahui tentang marketing funnel, mulai dari definisi hingga cara membuat funnel untuk bisnis Anda sendiri. 

Apa itu marketing funnel?

Sederhananya, marketing funnel menunjukkan perjalanan calon pelanggan sejak pertama kali mengetahui brand Anda hingga membeli produk atau layanan.

Marketing funnel dibagi menjadi tiga bagian: atas, tengah, dan bawah. Ketiganya mewakili berbagai tingkat kesadaran dan minat pelanggan terhadap brand dan produk Anda.

Jika Anda menjual tirai, maka marketing funnel Anda dimulai saat calon pelanggan melihat iklan promosi yang Anda pasang di jalan.

Mereka mungkin tidak terlalu memikirkan toko atau penawaran Anda, tetapi mereka tahu bahwa toko Anda menjual tirai. 

Sehingga, saat iklan Anda muncul di koran, para calon pelanggan ini sudah memiliki sedikit pengetahuan dan info tentang toko Anda. Mungkin saja, ada beberapa di antara mereka yang melewati toko Anda dalam perjalanan ke tempat kerja dan mulai memperhatikan produk yang Anda tampilkan di depan toko. 

Suatu hari nanti, ketika mereka membutuhkan sepasang tirai baru, mereka akan mulai berbelanja di toko Anda. 

Sederhananya, marketing funnel adalah alat visual yang digunakan untuk memahami bagaimana dan kapan calon pelanggan mulai menyadari kehadiran produk Anda dan pada tahap apa mereka melakukan pembelian pertama. 

Tahapan dalam marketing funnel

Marketing funnel, atau perjalanan pelanggan, memiliki 3 tahapan berbeda: bagian atas funnel (TOFU), tengah funnel (MOFU), dan bagian bawah (BOFU). 

Jika Anda ingin membangun sebuah brand yang dikenal banyak orang, maka penting bagi Anda untuk memahami cara kerja marketing funnel. 

Biasanya, marketing funnel digambarkan sebagai segitiga terbalik, dengan bagian atas yang terlebar. 

Tahapan marketing funnel terbagi menjadi 5 kategori:

  1. Awareness / Sadar (TOFU). Pada tahap ini, tujuan dari semua kegiatan pemasaran adalah untuk membuat calon pembeli atau target pasar menyadari keberadaan brand Anda. Selain itu, cobalah juga untuk membuat brand Anda mudah diingat banyak orang. Salah satu kampanye dalam tahap TOFU adalah membagikan produk gratis. 
  2. Interest / Berminat (MOFU). Tingkatkan ketertarikan calon pembeli terhadap bisnis Anda dengan memasang iklan yang menarik perhatian atau memberi produk gratis. 
  3. Desire / Keinginan (MOFU). Pada tahap funnel ini, tujuan dari semua kegiatan pemasaran dan penjualan adalah untuk membuat pelanggan menginginkan produk Anda dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian. 
  4. Action / Pembelian (BOFU). Pada tahap ini, calon pembeli sudah akan melakukan pembelian produk atau layanan brand Anda. Tahap ini bisa dicapai dengan mudah setelah Anda mengetahui target pasar dengan baik, dan telah berhasil menciptakan kesadaran, minat, dan keinginan calon pembeli terhadap produk Anda.
  5. Loyalty / Kesetiaan (BOFU). Tujuan dari marketing funnel pada tahap ini adalah membuat pembeli produk menjadi pelanggan setia dan membeli lagi produk atau layanan lain pada brand Anda,. 

Agar marketing funnel berjalan dengan baik, Anda harus bisa mengidentifikasi tahapan marketing funnel. 

Artinya, Anda harus bisa memetakan dan mendeskripsikan proses pembelian pelanggan Anda secara detail. 

Proses pembelian pelanggan bisa dilacak dengan mudah dan cepat melalui kampanye pemasaran digital daripada saluran pemasaran tradisional seperti televisi, surat kabar, atau iklan.

Apa pentingnya marketing funnel?

Dengan memiliki funnel marketing yang baik, Anda akan lebih mudah memahami alasan mengapa kostumer memutuskan membeli produk atau layanan Anda. 

Selain itu, marketing funnel yang baik juga akan mempermudah pengguna untuk memahami website Anda dan mengambil tindakan yang diinginkan seperti membeli produk atau mengunduh produk demo.  

Dengan desain website yang dioptimalkan dengan baik dan keberhasilan eksekusi tahap atas dan tengah marketing funnel, pelanggan Anda akan lebih puas dengan bisnis Anda.

Desain web dan marketing funnel

Dalam pemasaran online, desain website Anda adalah faktor penting untuk memastikan keberhasilan marketing dan sales funnel.

Hal-hal yang perlu diperhatikan: 

  • Jumlah klik. Pastikan pelanggan tidak perlu mengklik hal yang tidak perlu saat pertama kali mengakses wesbite Anda.
  • Posisi tombol CTA. Gunakan tool Heatmap untuk memahami tombol CTA (call-to-action) yang banyak di-klik, dan mengapa tombol tersebut banyak di-klik.
  • Tautan yang rusak. Pastikan tautan internal dan eksternal pada website Anda bekerja dengan baik untuk menghindari kekecewaan pelanggan saat sedang mengakses website.

Marketing dan sales funnel

Tentunya Anda tidak ingin membuang banyak waktu dan uang untuk upaya promosi brand yang tidak menarik perhatian siapa pun. 

Misalnya, Anda ingin menjual sepatu di toko online. Anda tentunya akan melakukan promosi toko dan produk di halaman bisnis Facebook Anda. 

Namun, sayangnya tidak ada orang yang mengikuti halaman Anda, berinteraksi dengan postingan Anda, atau mengklik link apa pun. Di sisi lain, brand sepatu yang Anda jual sangat diinginkan banyak orang, dan banyak orang menemukan toko Anda dari Google.  

Strategi pemasaran yang efektif berfokus untuk mengembangkan berbagai cara dan media yang dapat menarik banyak pelanggan, dengan harga termurah. 

Ide konten untuk TOFU marketing

Tahap bagian atas atau TOFU marketing adalah proses yang perlu terus dilakukan dalam jangka panjang.

Tujuan utama TOFU marketing adalah:  

  • Menarik perhatian orang-orang kepada brand Anda
  • Membuat brand Anda lebih dikenal banyak orang

Membuat blog adalah cara yang bagus untuk menjalankan TOFU marketing. 

Agar konten blog bisa mengoptimalkan strategi TOFU marketing, Anda perlu memikirkan tentang konten yang akan ditulis terlebih dahulu. 

Selain memastikan blog Anda memiliki traffic dan jumlah pengunjung yang tinggi, Anda perlu memberikan konten yang informatif, bermanfaat, dan tentunya sedikit menyinggung produk atau layanan Anda.

Calon pelanggan Anda tidak ingin membaca betapa menakjubkannya produk Anda. Jika mereka ingin mengetahui kelebihan produk Anda, mereka bisa mengunjungi landing page situs Anda. Kemungkinan besar, mereka akan lebih tertarik tentang informasi umum di niche usaha Anda. 

Oleh karena itu, jika Anda menjual skateboard, buatlah konten blog tentang berbagai trik skateboard, sejarah skateboard, serta tutorial memilih papan skateboard.

Konten infografis dan video juga merupakan contoh dua konten TOFU yang fantastis. Keduanya dapat digunakan di berbagai platform media sosial dan dapat dikelola layaknya konten blog.

Faktanya, hampir 300 juta orang atau 85% konsumen di Amerika Serikat menonton konten video online.

Alternatif lainnya adalah dengan membuat konten TOFU di akun YouTube yang dapat dibagikan di platform sosial, newsletter, dan blog serta website Anda. Dengan cara ini, brand Anda akan semakin cepat dikenal dan diketahui keberadaannya oleh pengguna internet. 

Selain itu, Anda juga bisa membagikan konten TOFU kepada pelanggan setia atau pelanggan potensial yang ada di daftar email atau newsletter Anda. 

Cara termudah untuk mulai membangun daftar email adalah dengan menempatkan kotak berlangganan email secara strategis di website Anda. Anda hanya membutuhkan nama dan alamat email pelanggan yang bersedia bergabung di daftar email tersebut. 

Pastikan pelanggan mengetahui bahwa dengan memberikan alamat email, mereka bersedia menerima email promosi atau informasi dari Anda. Agar mereka lebih tertarik, beritahu keuntungan dan kelebihan yang akan mereka dapatkan dengan bergabung di daftar email Anda.

Karena tidak ada orang suka dengan email spam, maka gunakan newsletter hanya untuk berbagi informasi bermanfaat yang relevan dengan niche Anda. 

Ide konten untuk MOFU marketing

Pada tahap MOFU, Anda harus bisa menimbulkan keinginan konsumen untuk membeli produk Anda. 

Setelah mengetahui kehadiran brand Anda, konsumen mungkin saja mulai menunjukkan minat untuk membeli produk atau layanan Anda. Nah, di tahap inilah Anda perlu meyakinkan mereka tentang kelebihan brand Anda. 

Dalam dunia pemasaran, tahap MOFU adalah tahap dimana konsumen menimbang-nimbang keinginan mereka untuk membeli suatu produk. Pada tahap ini, Anda sudah memiliki calon pembeli atau konsumen yang berpotensi menjadi pembeli. 

Yang perlu Anda lakukan adalah menunjukkan kepada calon pembeli bahwa brand Anda menyediakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. 

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memberikan konten bukti sosial, testimoni, dan studi kasus di website dan media sosial Anda. 

Alternatif lain yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Mengadakan lomba dan kampanye pemasaran yang melibatkan pengikut Anda di Facebook dan Instagram.
  • Mengajak orang-orang untuk mendaur ulang kemasan produk Anda.
  • Membagikan berbagai cara konsumen menggunakan produk atau layanan Anda. 
  • Menawarkan promo. Misalnya, diskon 10% pengiriman bagi pelanggan newsletter yang menjawab survei konsumen. 
  • Membuat ebook atau buku panduan tentang niche bisnis Anda.

Berbagai cara di atas dapat meningkatkan hubungan brand Anda dengan konsumen. Nantinya, hubungan ini akan menghasilkan testimoni yang dapat Anda gunakan di website dan strategi pemasaran lainnya.  

Anda juga dapat meyakinkan konsumen dengan menyediakan informasi lengkap tentang brand, produk, atau layanan Anda melalui dokumen atau artikel yang dapat diunduh.

Anda dapat menggunakan satu atau dua studi kasus sebagai sumber posting blog atau newsletter Anda. Dengan begitu, Anda bisa mendapat rasa percaya dari calon konsumen brand Anda. 

Lebih baik lagi jika Anda menawarkan uji coba gratis kepada pelanggan potensial Anda. Cara ini akan membuat pelanggan mengetahui cara penggunaan dan kualitas produk atau layanan yang mereka coba. 

Ide konten untuk BOFU marketing

Bagian bawah marketing dan sales funnel adalah tahapan yang tersibuk dari yang lainnya.

Pada tahap ini, fokus utama pemasaran adalah membuat konsumen melakukan pembelian. Sederhananya, mengubah status calon pembeli menjadi pembeli. 

Setelah mengetahui tentang bisnis Anda dan berlangganan newsletter, di tahap ini Anda akan mengubah konversi dari calon pembeli ke pembeli.

Tawarkan uji coba gratis dan jasa konsultasi di tahap akhir transaksi pembelian. Dalam online marketing, cara ini sering ditemukan dalam bentuk landing page yang persuasif dan tombol CTA (call-to-action).  

Untuk meningkatkan loyalitas pembeli, Anda dapat menerapkan progam loyalitas pelanggan, VIP, dan afiliasi. Cara-cara ini akan menguntungkan Anda dan pelanggan: pelanggan menghemat pengeluaran dan Anda mendapatkan lebih banyak pembelian dari satu pelanggan dalam jangka waktu lama. 

Promosikan program afiliasi dan loyalitas pelanggan melalui media sosial, newsletter, dan posting blog.

Kunci untuk mengkonversi konten BOFU adalah mengetahui target pasar dan menawarkan produk Anda sebagai solusi untuk masalah mereka, di saat yang tepat dalam proses pembelian. 

Jika calon pembeli masih ragu, Anda dapat memberikan jaminan uang kembali dalam 30 hari atau uji coba gratis selama 14 hari kepada para calon pembeli produk atau layanan Anda. 

Cara analisis marketing funnel

Sebelum menyiapkan tool untuk mengukur dan menganalisis funnel marketing, Anda perlu memahami hal yang ingin diukur pada tiap tahap perjalanan pelanggan. 

Jika Anda tidak tahu apa yang akan diukur, Anda tidak akan mengetahui hasil nyata dari upaya pemasaran dan penjualan bisnis Anda. 

Berhati-hatilah dengan ilusi vanity metric atau data yang sia-sia. Data yang ditunjukkan pada metrik ini dapat membuat bisnis Anda rugi. 

Jangan terlena dengan angka pada metrik yang hanya ada di permukaan.

Misalnya, Anda tidak bisa merasa puas hanya karena video YouTube Anda telah ditayangkan sebanyak 10.000 kali. 

Jika angka penayangan video Anda tidak meningkatkan traffic, jumlah pengikut newsletter, atau angka penjualan, maka waktu, uang, dan tenaga Anda sudah terbuang sia-sia.  

Cara teraman adalah dengan menggunakan tool Google Analytics untuk menentukan metrik yang ingin dan akan Anda gunakan di setiap tahapan funnel marketing. 

Berikut ini adalah hal-hal yang diukur dari marketing funnel yang efektif. 

  • Traffic website dan sumber traffic
  • Jumlah pengikut di media sosial
  • Jumlah orang yang berlangganan newsletter
  • Jumlah unduhan konten digital gratis
  • Jumlah klik pada iklan berbayar dan postingan di media sosial 

Perlu diingat bahwa setiap tahapan bisa memiliki metrik penting yang berbeda. 

Oleh karena itu, pikirkan bagaimana perjalanan pelanggan Anda sebelum memutuskan jenis data yang ingin dilacak dan dianalisis. 

marketing funnel

TOFU

Metrik terpenting untuk menganalisis kinerja TOFU secara efektif adalah total traffic ke website dan blog, dan jumlah klik pada postingan di media sosial.

Data ini akan membantu Anda memahami tingkat keberhasilan kampanye TOFU. Anda akan mengetahui tahapan sales funnel yang perlu dioptimalkan dan yang tidak berfungsi sama sekali. 

Contoh: Berdasarkan hasil pengamatan, Anda menemukan bahwa sebagian besar pelanggan membuka website dan blog Anda melalui halaman Google. 

Namun, hampir tidak ada orang yang mengklik iklan Facebook Anda. Padahal, Anda sudah menghabiskan biaya mahal setiap bulan untuk memasang iklan tersebut. 

Dalam hal ini, hal yang perlu menjadi fokus Anda adalah mengoptimalkan konten blog untuk mesin pencari daripada menarik pelanggan melalui iklan Facebook. 

MOFU

Cukup sulit untuk mengukur tahap tengah marketing funnel.

Tahap ini adalah sebuah tahap pertimbangan bagi konsumen. Untuk itu, pastikan Anda memiliki ide konten yang jelas untuk bagiah tengah funnel marketing Anda. 

Jika Anda mulai mengembangkan daftar email, maka metrik yang bagus untuk tahap ini adalah mengukur jumlah orang baru yang berlangganan newsletter Anda.

Selain itu, perhatikan juga jumlah pengunduhan ebook atau dokumen informasi brand Anda. Cari tahu berapa banyak konsumen yang akhirnya membeli produk atau layanan Anda.

Strategi pemasaran dengan email harus selalu diukur keberhasilannya dengan memperhatikan open rate dan click-though rate pada semua newsletter dan email yang dikirim.

Open rate adalah persentase pelanggan yang membuka email sedangkan click-through rate (CTR) adalah persentase pelanggan yang mengklik tautan yang disertakan dalam email.

marketing funnel

BOFU

Melacak penjualan dan pelanggan yang melakukan pembelian ulang adalah bagian termudah dari funnel marketing. 

Pastikan Anda melakuan A/B testing dan menggunakan tool heatmap untuk mengetahui performa landing page situs Anda. 

Selain itu, Anda dapat mengganti letak tombol call-to-action, tampilan, desain, serta posisi judul dan gambar di website untuk menemukan pilihan yang tepat dan meningkatkan keuntungan. 

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah menganalisis perilaku pelanggan yang terus membeli produk atau layanan di toko Anda: 

  • Saluran pemasaran mana yang paling mudah untuk mereka terima? 
  • Jenis penawaran seperti apa yang paling menarik perhatian mereka? 
  • Halaman dan produk apa yang paling mereka ingin beli? 

Semakin Anda memahami pelanggan dan sales funnel bisnis Anda, semakin meningkat pula skala bisnis Anda dalam jangka panjang. 

Seiring berjalannya waktu, Anda akan dapat membuat marketing dan sales funnel yang bisa menarik banyak pelanggan dan beradaptasi dengan berbagai perubahan pasar secara umum.

Mulailah buat funnel marketing untuk bisnis Anda

Dengan memahami apa itu funnel marketing dan bagaiman cara meningkatkannya, Anda kini bisa langsung menentukan cara yang tepat untuk meningkatkan pendapatan bisnis Anda. 

Marketing dan sales funnel yang efektif akan membantu Anda lebih memahami pelanggan: bagaimana mereka mengetahui tentang perusahaan Anda dan alasan yang membuat mereka memutuskan untuk membeli produk atau layanan Anda. 

Funnel marketing yang kuat juga akan membantu Anda mengetahui orang-orang yang tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Selain itu, eksekusi funnel marketing yang baik juga dapat membuat brand Anda lebih berkesan dan diingat oleh konsumen.

Ditulis oleh

Avatar penulis

Shinta

Shinta tidak ingin ada yang tertinggal dalam perkembangan teknologi. Dengan tulisan sederhana, ia membagikan informasi bermanfaat seputar e-Commerce dan digital marketing. Di waktu senggangnya, Shinta suka menonton film dokumenter dan mempelajari bahasa baru.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.