PENAWARAN TERBATAS - Hemat hingga 87 %

+ GRATIS Domain 1 tahun

Penawaran berakhir dalam:

00 :

08 :

03 :

50

Blog Zyro

Semua Topik
Blog eCommerce Desain Esensial Ide Usaha Inspirasi Pemasaran Tips Berbisnis

Tips Bekerja dari Rumah untuk Cegah Bosan dan Tetap Produktif (2021)

Tips Work From Home

Pandemi Covid-19 membawa perubahan signifikan di hampir semua aspek kehidupan. Mau tidak mau banyak di antara kita yang kini terpaksa melakukan segala aktivitas sehari-hari maupun bisnis dari rumah.

Perusahaan di seluruh dunia pun mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi pegawainya demi meminimalkan risiko tertular virus.

Menurut hasil survei, 60 persen pegawai mengaku ingin tetap bekerja dari rumah ketimbang harus kembali ke kantor meskipun pandemi telah usai.

Nah, untuk memaksimalkan rutinitas kerja baru ini, kami sudah menyiapkan panduan lengkap dan tips bekerja dari rumah agar Anda tetap fokus dan produktif.

Laptop, kalendar, ponsel di atas meja

1. Membuat jadwal kerja

Bekerja tanpa harus pergi ke kantor terkadang membuat kita malas-malasan dan jam kerja berantakan.

Di tengah jam kerja pun bisa saja muncul godaan untuk menunda pekerjaan dan malah marathon film di Netflix hingga berjam-jam.

Namun, ada pula momen ketika kita terlalu larut dalam pekerjaan sampai-sampai tanpa disadari kita sudah bekerja selama belasan jam.

Perlu diingat, tidak ada orang yang senang menerima email urgent dari kantor pada pukul 9 malam di hari Sabtu.

Karena adaptasinya lebih mudah, kebanyakan orang memilih untuk mengikuti jam kerja yang sama seperti ketika masih harus bekerja dari kantor.

Ini artinya Anda mengalokasikan waktu dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore untuk bekerja, dan melakukan aktivitas lainnya di malam hari dan akhir pekan.

Sebisa mungkin Anda harus bekerja di waktu yang sama dengan anggota tim atau kolega lain demi memperlancar komunikasi.

Tips: Jika ada anak kecil atau hewan peliharaan di rumah, sebaiknya tambahkan waktu istirahat tambahan di sela-sela jadwal kerja.

Seorang wanita kerja dari rumah

2. Berpakaian rapi dan nyaman

Inilah salah satu enaknya bekerja dari rumah, Anda tidak harus berpakaian formal setiap hari. Tidak ada lagi yang namanya kaki pegal atau lecet setelah mengenakan sepatu hak tinggi atau pantofel seharian.

Meskipun aturan pakaian lebih santai, bukan berarti Anda boleh menghadiri meeting virtual via Zoom sambil memakai baju piyama, ya. Pilihlah baju yang membuat nyaman, tapi tetap sesuai dengan lingkungan kerja.

Bisa bekerja sambil memakai piyama mungkin menjadi idaman banyak orang. Namun di sisi buruknya, hal ini akan membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi makin kabur. Akibatnya lambat laun Anda akan merasa jenuh dan produktivitas menurun.

Cobalah padukan celana jeans dengan kemeja atau blus. Atau kalau mau, Anda juga bisa menggunakan bawahan yang lebih santai seperti sweatpants.

Masih bingung seperti apa pakaian bisnis kasual yang cocok? Coba perhatikan pakaian yang dikenakan rekan kerja Anda saat meeting virtual.

Aturan umumnya, kenakan pakaian yang lebih formal dan rapi ketika mengikuti rapat dengan pihak eksternal seperti klien atau atasan, dan berpakaian kasual untuk rapat rutin bersama tim atau rekan kerja dekat.

Mengatur ruang kerja di rumah

3. Membuat ruang kerja yang nyaman

Selain menyiapkan pakaian kerja yang nyaman, Anda juga perlu mengatur ruangan yang memang dikhususkan untuk bekerja di rumah.

Tidak ada salahnya bekerja dari sofa sesekali. Namun, adanya tempat kerja ini akan membuat Anda merasa sedang berada di lingkungan kantor dan lebih fokus bekerja setiap waktu tanpa terdistraksi oleh urusan personal seperti cucian baju, cucian piring, dan sebagainya.

Untuk menyiapkan ruang kerja, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Pencahayaan. Cahaya alami dengan tingkat kecerahan cukup dapat mencegah mata terasa lelah dan sakit kepala. Anda bisa memposisikan meja kerja di depan atau samping jendela terbuka untuk mengoptimalkan cahaya yang masuk.
  • Meja kerja. Pilihlah meja yang dapat memuat semua peralatan kerja yang Anda butuhkan. Namun, kalau tidak ingin membeli meja kerja khusus, Anda bisa memanfaatkan furnitur yang sudah ada di rumah.
  • Kursi kerja. Kursi kerja yang baik mampu menopang tubuh dalam posisi senyaman mungkin sehingga tidak menyebabkan nyeri punggung atau pegal-pegal.

4. Komunikasi dengan keluarga di rumah dan rekan kerja

Kerja dari rumah juga membawa banyak tantangan, apalagi jika Anda tinggal bersama anggota keluarga atau orang lain dalam satu atap.

Untuk tips bekerja dari rumah kali ini, Anda perlu bersikap proaktif dengan memberitahu keluarga apabila Anda sedang memiliki urusan pekerjaan penting dan tidak dapat diganggu.

Wajar jika anak-anak yang masih kecil sulit mengerti kalau Anda sedang bekerja dan tidak punya waktu untuk bermain. Namun, orang dewasa seharusnya dapat memahami situasi Anda dengan mudah.

Demi menjaga kesehatan mental dan menghindari miskomunikasi, Anda pun perlu memberitahu rekan kerja pada jam berapa saja Anda dapat dihubungi untuk urusan pekerjaan.

Karena itu, pastikan:

  • Anda mengomunikasikan dengan jelas kapan saja Anda tidak akan membalas telepon, pesan, atau email.
  • Rekan kerja dan keluarga tahu kapan jam kerja Anda dimulai dan berakhir.

5. Memiliki jaringan internet yang stabil

Kalau ingin kerja di rumah, maka Anda wajib memiliki jaringan internet yang stabil dan lancar.

Gangguan koneksi lambat akan menghambat produktivitas dan membuat siapa saja frustasi. Padahal, internet sangat dibutuhkan demi kelancaran bekerja dari rumah, mulai dari video call, berbagi file, hingga untuk mengirim email.

Jika jaringan internet di tempat Anda sering bermasalah, coba tanyakan kepada perusahaan tempat Anda bekerja apakah mereka bisa memberi tunjangan ekstra untuk upgrade paket internet.

Sudah upgrade tapi internet tetap lemot? Coba diskusikan masalah ini lebih lanjut dengan staf IT melalui meeting virtual.

Biasanya mereka akan memeriksa pengaturan komputer Anda dari jarak jauh untuk mengidentifikasi adanya potensi masalah.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri untuk meningkatkan koneksi internet:

  • Tes kecepatan. Melakukan tes kecepatan internet berfungsi untuk mengetahui kapasitas maksimal jaringan internet yang didapatkan dari biaya langganan yang dipilih.
  • Internet kabel. Menggunakan kabel langsung atau ethernet memberikan koneksi internet yang lebih kencang dan stabil dibandingkan Wi-Fi.
  • Wi-Fi repeater. Tata letak ruangan dan beberapa jenis perabot di rumah bisa menghalangi sinyal Wi-Fi Anda. Untuk menyiasatinya coba gunakan Wi-Fi repeater.
Alat elektronik di meja kayu

6. Menyiapkan alat kerja yang dibutuhkan

Tips bekerja dari rumah berikutnya adalah menyiapkan semua peralatan kerja yang dibutuhkan untuk WFH.

Selama jenis pekerjaan Anda tidak terikat dengan lokasi (seperti dokter, pemadam kebarakan, dll.), maka hal utama yang Anda butuhkan adalah laptop atau komputer dan headphone dengan mikrofon.

Headphone dan mikrofon sangat penting untuk meminimalkan gema saat mengikuti rapat virtual.

Tanyakan juga kepada perusahaan tempat Anda bekerja tentang barang apa saja yang boleh dibawa ke rumah.

Anda mungkin juga memerlukan alat-alat di bawah ini:

  • Monitor
  • Keyboard dan mouse eksternal
  • Dudukan laptop
  • Ponsel perusahaan atau akses ke sistem panggilan online
  • Scanner, printer, atau software untuk menandatangani dokumen
Tips bekerja dari rumah: menjaga komunikasi

7. Tetap berkomunikasi dengan rekan kerja

Salah satu tantangan terberat saat kerja dari rumah adalah kita mudah merasa kesepian karena jauh dari rekan kerja.

Sebagai solusinya Anda dan anggota tim lainnya mungkin perlu meluangkan waktu untuk bonding dan catching up melalui video call.

Besar kemungkinannya perusahaan Anda pun sudah menyediakan aplikasi komunikasi internal atau tool kolaborasi yang bisa dimanfaatkan, seperti Microsoft Teams dan Slack.

Kedua aplikasi ini bisa membuat Anda merasa lebih dekat dan terhubung dengan orang-orang kantor. Dari sini komunikasi menjadi jauh lebih efisien dan praktis ketimbang menggunakan email.

Meeting mingguan juga perlu dilakukan untuk membicarakan progres pekerjaan dan mengevaluasi apa saja yang sudah diselesaikan.

Mengadakan remote team building atau sekadar makan siang bersama secara virtual juga dapat membantu mempererat hubungan Anda dengan rekan kerja.

Infused water lemon

8. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Banyak perusahaan mulai gencar meningkatkan program kesejahteraan karyawan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas gym di kantor dan camilan sehat seperti buah-buahan di pantry.

Semenjak kerja dari rumah, kita sendiri yang bertanggungjawab menyediakan air minum dan makanan sehat tersebut. Tanpa disadari konsumsi air dan asupan nutrisi per hari makin berkurang karena kita sering mengabaikannya.

Meskipun tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, kita tetap membutuhkan banyak air setiap harinya.

Bahkan, penelitian telah membuktikan bahwa tubuh yang terhidrasi dapat meningkatkan produktivitas hingga 14%.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa mengonsumsi camilan sehat (buah, kacang-kacangan, yogurt, dll.) dapat menjaga fokus dan konsentrasi selagi bekerja.

Nah, untuk tips bekerja dari rumah yang dapat meningkatkan kinerja Anda, ada 3 kebiasaan sehat yang patut Anda ikuti selama WFH:

  • Meletakkan botol minum tak jauh dari meja kerja
  • Mencamil buah-buahan kering dan kacang-kacangan
  • Membeli home soda maker sebagai pengganti soft drink

Setelah menjalani kebiasaan sehat di atas, pasti tubuh Anda akan merasa lebih segar, lebih berenergi, dan mampu berkonsentrasi lebih lama.

Cangkir kopi dan majalah

9. Jangan 👏 lupa 👏 beristirahat

Terlalu disibukkan dengan berbagai pekerjaan, sampai-sampai Anda lupa sudah duduk menghadap komputer untuk waktu yang lebih lama dibandingkan bekerja dari kantor.

Apalagi setelah Anda tidak perlu pergi ke lantai lain untuk membuat secangkir kopi, atau jalan ke kubikel rekan kerja, rasanya hidup Anda kini hanya dihabiskan di meja kerja saja.

Kebiasaan buruk ini harus diwaspadai. Pasalnya, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle) bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan hingga menyebabkan kematian dini.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak:

  • Berdiri setiap 1-2 jam
  • Meregangkan otot tubuh beberapa kali sehari
  • Berjalan-jalan

10. Membuat skala prioritas pekerjaan

Selama kerja dari rumah, ada kalanya inbox Anda tiba-tiba dibanjiri puluhan hingga ratusan email untuk menyelesaikan banyak tugas mendadak.

Karena posisi yang saling berjauhan, kini komunikasi sekecil apa pun antar rekan kerja harus dilakukan melalui email, aplikasi chatting, dan lainnya.

Selain mengatur jadwal kerja, menyusun skala prioritas juga merupakan keterampilan yang harus dimiliki setiap remote worker.

Matriks prioritas dapat membantu Anda membedakan mana tugas penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu, dan mana yang tidak mendesak.

Anda bisa menggunakan pertanyaan berikut untuk menentukan mana saja yang perlu diprioritaskan:

  • Bagaimana tingkat kesulitan tugas ini?
  • Seberapa pentingnya tugas ini bagi saya/tim/perusahaan?
  • Seberapa mendesaknya tugas ini?
  • Bisakah tugas ini ditunda tanpa menimbulkan dampak negatif?
Tips bekerja dari rumah: menjaga keamanan data, informasi

11. Menjaga keamanan data dan perangkat

Mungkin banyak karyawan yang mengabaikan hal ini, tetapi Anda pun perlu ikut serta menjaga keamanan data perusahaan selama kerja di rumah.

Perusahaan pastinya sudah memiliki caranya sendiri untuk melindungi rahasia bisnis. Nah, kontribusi Anda bisa melalui penggunaan aplikasi password manager untuk menjaga informasi login, menginstal VPN tepercaya sebagai pengaman jaringan internet, serta mengunci layar atau laptop setiap kali pergi dari ruang kerja.

Kemudian, pastikan Anda selalu berada di ruang dengan cukup privasi ketika membicarakan informasi sensitif melalui telepon atau video call.

12. Tetap bersikap realistis

Ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat fokus dan produktivitas Anda selama kerja di rumah, seperti ketersediaan resource, seberapa kondusif lingkungan kerja, dan lain sebagainya.

Cepat atau lamanya suatu pekerjaan dapat diselesaikan juga terpengaruh. Misalnya, suatu proyek membutuhkan persetujuan dari atasan atau rekan tim, atau perlu software khusus untuk mengerjakannya.

Kerja di rumah bukan berarti fokus dan produktivitas Anda dapat meningkat 200% begitu saja.

Untuk Anda yang baru pertama kali bekerja dari jarak jauh, mungkin perlu meluangkan waktu beberapa minggu untuk menyesuaikan diri dan menemukan ritme kerja.

Anda juga perlu berkomunikasi dengan manajer secara berkala untuk memastikan kalian memiliki ekspektasi realistis yang sama.

Selain itu, membagi skala prioritas dan membuat jadwal mingguan akan membantu Anda fokus mengerjakan tugas sebaik mungkin.

Perlu diingat, bekerja dari rumah bukan berarti Anda harus bekerja sepanjang waktu.

Tips bekerja dari rumah: berjalan kaki

13. Berolahraga rutin

Ketika masih harus bekerja dari kantor, Anda mungkin sering beraktivitas fisik seperti berjalan kaki ke halte bus atau stasiun kereta.

Namun semenjak kerja di rumah, aktivitas harian terasa menjadi makin padat sampai-sampai menyita waktu untuk berolahraga.

Motivasi untuk rutin berolahraga bisa datang dari mana saja, termasuk Instagram. Sayangnya, sering kali kita kesulitan memotivasi diri untuk mempertahankan rutinitas tersebut.

Cobalah memanfaatkan waktu luang di sela-sela jam kerja untuk mengikuti video home workout class di YouTube.

Beberapa perusahaan juga menyelenggarakan sesi olahraga virtual bersama seluruh karyawan yang tidak hanya sebagai ajang mencari keringat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk mempererat relasi antara co-worker.

Kalau Anda lebih suka olahraga sendiri, coba tips bekerja dari rumah berikut ini:

Jika Anda bukan orang yang cocok untuk kebugaran kelompok, cobalah hal lain, seperti:

  • Mengikuti rapat sambil jalan kaki atau walking meeting
  • Melakukan mini workout selama 5-10 menit (cek video YouTube ini)
  • Memulai hobi baru bersama keluarga, seperti hiking
Wanita membaca buku di samping jendela

14. Melepas stres setelah seharian bekerja

Tidak perlu meninggalkan kantor dan pulang ke rumah terkadang membuat Anda sulit mengalihkan pikiran dari work mode ke waktu pribadi setelah seharian bekerja.

Padahal, memberi batasan jelas antara urusan pekerjaan dan pribadi sangatlah krusial untuk menjaga kesehatan mental.

Untuk tips bekerja dari rumah kali ini, kami menyarankan Anda mencari rutinitas atau aktivitas ringan untuk dilakukan selepas jam kerja. Misalnya, berjalan kaki ke luar rumah, membaca buku, atau sekadar mematikan laptop dan meninggalkan ruang kerja.

Secara psikologis, rutinitas ini akan membantu tubuh dan pikiran Anda lebih rileks dan siap menjalani hari berikutnya.

Beberapa aktivitas berikut patut dicoba:

  • Melakukan pekerjaan rumah. Kegiatan seperti memasak makan malam atau melipat pakaian cukup efektif untuk mengalihkan pikiran dari urusan kerja.
  • Membaca buku. Terkadang yang Anda butuhkan hanyalah bacaan ringan untuk menonaktifkan mode bekerja dalam diri Anda.
  • Berbincang dengan teman atau keluarga. Manfaatkan waktu istirahat untuk saling bertukar cerita dengan orang-orang di sekitar Anda.
Telepon kabel merah

15. Meminta bantuan ketika Anda merasa kewalahan

Sebelum pandemi Covid-19, lebih dari 60% karyawan di AS mengatakan bahwa tingginya stres karena pekerjaan membawa mereka pada kebiasaan buruk, seperti minum alkohol dan menangis berlebihan.

Dan kenyataannya, kerja di rumah pun tidak selamanya menyenangkan.

Anda tidak bisa lagi jalan-jalan ke kubikel atau meja kerja teman untuk sekadar ngobrol atau saling curhat tentang masalah pekerjaan.

Meski kerja remote memberikan banyak kenyamanan, para pengusaha mengaku seringkali merasa kesepian.

Jika Anda mulai merasa stres atau kewalahan, mungkin ini saatnya bagi Anda meminta bantuan dari manajer atau HR di kantor.

Burnout harus segera diatasi dan dicari tahu penyebabnya. Bahkan menurut statistik, beban pekerjaan merupakan salah satu pemicu utama pertumbuhan rambut uban.

Makin cepat Anda mengutarakan keresahan yang dirasakan, baik itu tugas yang terlalu banyak atau pekerjaan secara umum, maka makin cepat pula manajer atau HR bisa menemukan solusi yang tepat untuk Anda.

Ditulis oleh

Avatar penulis

Astrid

Astrid adalah pengagum bahasa dan sastra yang kini berprofesi sebagai penerjemah. Ia ingin berbagi pengetahuan seputar teknologi, bisnis online, dan digital marketing melalui tulisannya yang dimuat di blog Zyro. Untuk mengisi waktu senggangnya, ia senang mempelajari bahasa baru, membaca buku, juga bermain alat musik Kalimba.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.