Promo Eksklusif:

Buat Website Diskon up to 84% OFF

04

:

11

:

04

:

07

Semua Topik
Blog eCommerce Desain Esensial Ide Usaha Inspirasi Pemasaran Tips Berbisnis

Apa Itu Dropship: Panduan Lengkap Menjadi Dropshipper di 2022

Apa Itu Dropship

Bisnis dropship menjadi salah satu ladang uang paling menjanjikan di era serba digital ini. Namun sebenarnya, apa itu dropship? Bagaimana mekanismenya dan dari mana harus memulainya?

Secara garis besar, arti dropship adalah sistem penjualan secara online di mana pelaku usaha hanya perlu memasarkan barang milik orang lain tanpa harus menyetok barang terlebih dulu.

Pihak yang melakukan dropship (dropshipper) tidak perlu menyetok barang yang akan dijual dan menyimpannya di gudang. Ketika menerima pesanan, dropshipper meneruskan detail pesanan kepada supplier yang menjual barang tersebut. Kemudian, pihak supplier nantinya akan menangani pengemasan dan pengiriman barang kepada pelanggan atas nama Anda sebagai dropshipper.

Ada satu perbedaan utama antara dropship dan reseller. Jika dropship tidak mengharuskan penjual melakukan stok barang, reseller biasanya harus mengeluarkan modal di awal untuk membeli stok produk dalam jumlah besar dari supplier kemudian menjualnya dengan harga yang telah di-markup.

Sistem bisnis dropship pun menjadi makin berkembang pesat belakangan ini seiring makin maraknya jual-beli online. Bahkan, pada tahun 2020 pendapatan dari bisnis dropship diprediksi mencapai 128 miliar USD.

Di artikel kali ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu dropship, hal-hal yang perlu Anda siapkan untuk memulai bisnis dropship, serta kelebihan dan kekurangan dari model bisnis ini.

Tanpa basa-basi lagi, yuk langsung kita mulai pembahasannya.

Bagaimana cara kerja bisnis dropship?

Berikut ini cara kerja bisnis dropship apabila Anda menjadi dropshipper.

1. Mengupload produk ke toko online

Layaknya bisnis online pada umumnya, langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menjadi dropshipper adalah membuat toko online dan mengupload produk ke dalamnya. Dan sebelum itu, Anda harus menentukan produk yang ingin dijual terlebih dulu.

Saat ini, sangat banyak supplier yang menawarkan kemitraan dropship untuk berbagai macam pilihan barang. Sebelum memilih supplier, Anda perlu melakukan riset pasar tentang supplier mana yang tepercaya dan murah, juga produk jualan online yang menjanjikan.

Kalau semisal Anda tidak bisa menemukan supplier yang menyediakan semua produk yang ingin dijual, Anda juga bisa kok bekerja sama dengan beberapa supplier sekaligus.

2. Menerima pesanan dari pelanggan

Begitu memilih supplier dan barang yang akan dijual, tentunya Anda harus mulai memasarkan toko online.

Setelah beberapa saat, bisnis online Anda pun akan mulai kedatangan calon pelanggan. Nah, kali ini tugas Anda adalah melayani pelanggan dan memproses pesanannya.

Sama seperti di toko online lainnya, sebagai pelanggan, mereka hanya perlu melihat koleksi produk Anda dan menambahkan barang yang ingin dibeli ke dalam keranjang belanja.

Penting juga untuk diketahui bahwa tidak semua pelanggan tahu apa itu dropship atau bahkan sadar bahwa mereka sedang berbelanja di toko yang menjalankan sistem dropship. Karena itulah Anda masih berkesempatan membangun branding bisnis yang berbeda.

3. Memproses pembayaran pelanggan

Setelah membuat pesanan, pelanggan harus menyelesaikan proses pembayaran di toko online milik dropshipper.

Anda sebagai dropshipper bertanggung jawab untuk memproses pembayaran pelanggan. Itu artinya, Anda juga harus meneruskan pembayaran tersebut kepada supplier dan ditambah dengan ongkos kirim agar mereka bisa segera memproses pengiriman barang kepada pelanggan Anda.

Keuntungan yang Anda dapatkan nantinya sebesar selisih antara harga yang Anda tentukan untuk pembeli dengan harga yang diberikan oleh supplier.

4. Meneruskan rincian pesanan ke supplier

Di sinilah bedanya model bisnis dropship dengan reseller. Jika reseller meneruskan rincian pesanan ke bagian warehouse untuk proses fulfillment, dropshipper justru meneruskannya ke pihak supplier.

Dalam model bisnis konvensional, pemilik toko perlu menyetok barang di awal dan hanya membeli lagi ketika persediaan mulai habis atau perlu restock. Namun dalam bisnis dropship, setiap pesanan yang dibuat oleh pelanggan dikembalikan ke supplier untuk diproses.

Ini juga menjadi alasan mengapa supplier dropship biasanya berbeda dengan wholesaler atau supplier yang menjual produk ke pengecer. Supplier dropship harus siap menerima dan menangani pesanan dropship, bukan pesanan grosir jumlah besar.

5. Supplier mengirimkan produk

Tahap terakhir dalam bisnis dropship adalah proses fulfillment atau pemenuhan pesanan pelanggan. Dengan kata lain, proses ini merupakan tahap pengiriman produk oleh supplier pihak ketiga kepada pelanggan yang membelinya.

Biasanya pesanan pelanggan akan dikirim dari salah satu fulfillment center milik supplier sehingga Anda tidak bisa turut mengawasi proses ini.

Meski proses ini berada di luar tanggung jawab Anda, apabila supplier gagal memenuhi pesanan pelanggan, Andalah yang harus menangani keluhan pelanggan.

Orang-orang duduk di meja rapat

Aktor utama dalam bisnis dropship

Di bagian sebelumnya, kami sudah menyebutkan beberapa pihak yang terlibat di dalam alur transaksi dropship. Selanjutnya kami akan membahas lebih dalam tentang peran masing-masing pihak dan tanggung jawab utamanya.

Produsen

Seperti yang bisa ditebak, produsen adalah pihak yang membuat produk. Mereka bisa saja hanya berspesialiasi dalam satu jenis produk, atau memiliki banyak pabrik yang membuat berbagai macam produk.

Dalam skema bisnis dropship, produsen menjual produk dalam jumlah banyak kepada pengecer. Kemudian pengecer memilih produk yang akan dijual dan membeli stok sesuai jumlah yang sekiranya akan dijual kembali oleh reseller atau retailer.

Produk yang dijual oleh produsen memiliki harga jual terendah. Karena diperlukan penyesuaian harga antara pengecer dengan retailer, dan retailer dengan pelanggan, sebisa mungkin harga awal tidak terlalu tinggi.

Produsen mendapat keuntungan dari pengecer. Kecuali jika pengecer juga berperan sebagai produsen, pihak reseller dan pelanggan tidak perlu berurusan dengan produsen secara langsung.

Pengecer

Pengecer bisa dikatakan sebagai pihak yang menyatukan seluruh proses dropshipping.

Pengecer membeli produk secara bulk dari produsen dan menyimpan stok barang di suatu gudang. Selanjutnya mereka memberi tahu kepada retailer produk mana saja yang tersedia untuk dijual di websitenya masing-masing.

Pengecer untuk dropship berbeda dari pengecer biasa. Alih-alih mengirim produk ke retailer, tugas mereka adalah menerima pesanan dari pelanggan milik retailer dan mengirim produk ke alamat pemesan.

Retailer

Inilah peran yang akan Anda jalankan sebagai pemilik bisnis dropship.

Retailer membuat toko online tempat produk akan dijual, dipromosikan, serta menangani semua komunikasi dengan pelanggan. Begitu menerima pesanan, retailer harus meneruskan detail pesanan ke pihak pengecer untuk diproses.

Karena minimnya modal dan tenaga yang dikeluarkan oleh pengecer, beberapa orang yang baru berencana memulai bisnis dropship mungkin bertanya-tanya, “apakah dropshipping legal?”.

Jawabannya ya, tentu saja bisnis dropship legal asalkan Anda bekerja sama dengan supplier yang sah secara hukum dan selalu bekerja jujur untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Seseorang membawa dua kardus

Kelebihan dan kekurangan bisnis dropship

Kelebihan dropshipping  👍

  • Tidak perlu mengelola stok. Banyak UMKM yang mungkin tidak sanggup mengelola dan menyimpan stok barang sendiri. Dalam bisnis dropship, tugas ini menjadi tanggung jawab pihak lain sehingga Anda hanya perlu fokus mengelola toko online dan menjual produk.
  • Minim modal. Modal yang dikeluarkan di awal relatif rendah karena Anda tidak perlu menyetok barang di awal atau menyewa toko fisik. Satu-satunya biaya yang perlu dikeluarkan hanyalah untuk membuat website toko online dan mengiklankannya.
  • Lebih fleksibel. Karena tidak perlu memiliki stok barang, bisnis online Anda tidak harus menjual satu jenis produk yang sama selamanya. Ketika permintaan dan selera pasar berubah, Anda selalu bisa memperbarui toko untuk menjual jenis produk baru.
  • Dapat dikelola secara remote. Dibandingkan toko online konvensional, bisnis dropship menawarkan lebih banyak kebebasan karena Anda bisa berjualan dari mana saja, kapan saja.
  • Cukup fokus pada layanan pelanggan. Pemenuhan pesanan bukanlah tanggung jawab Anda, karena itu Anda harus berusaha maksimal untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pelanggan.

Kekurangan bisnis dropship 👎

  • Peluang berhasil kecil. Karena begitu mudah dijalankan dan minimnya modal yang diperlukan, sangat banyak orang yang menjajal bisnis dropship. Tak sedikit bisnis yang gagal bersaing sehingga harus berujung gulung tikar.
  • Kontrol terbatas. Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemenuhan pesanan. Jika pengiriman barang dari supplier mengalami kendala atau terlambat, Anda hanya bisa menunggu dan menenangkan customer yang mulai komplain.
  • Keuntungan lebih sedikit. Sebagai pihak ketiga, keuntungan yang Anda dapatkan biasanya sangat rendah karena harga harus bersaing dengan produsen utama dan kompetitor lain.
  • Tidak memiliki kontrol terhadap kualitas barang. Dalam bisnis tradisional, Anda bisa mengecek kualitas produk sendiri sebelum dikirimkan ke alamat pembeli. Sedangkan dalam bisnis dropship, Anda hanya bisa mengandalkan supplier untuk memeriksanya.
  • Sulit untuk membranding produk. Biasanya dropshipper akan kesulitan membranding produk yang dijual karena produk tersebut bukan milik mereka sendiri. Bahkan ada kemungkinan produk jualan Anda sama persis dengan toko lainnya.
Apa Itu Dropship: Siapa yang cocok menjalankannya

Siapakah yang cocok menjalankan bisnis dropship?

Mengingat banyaknya tantangan yang mungkin Anda jumpai, ada baiknya mempertimbangkan setiap kelebihan dan kekurangan bisnis dropship sebelum memulainya. Cocok atau tidaknya model bisnis ini untuk Anda sebenarnya bergantung pada siapa Anda, dan pengalaman Anda di dunia bisnis.

Pebisnis pemula

Jika Anda ingin coba menggeluti dunia bisnis online, tapi masih ragu apakah Anda mampu menjalankannya dengan sukses, maka bisnis dropship bisa menjadi stepping stone yang tepat.

Mungkin impian Anda adalah membuat dan menjual produk milik sendiri. Namun, untuk meraihnya tentu Anda perlu pengalaman berbisnis online.

Seiring berkembangnya bisnis, Anda bisa mencoba meluncurkan produk buatan sendiri dan mengelola inventaris sendiri. Namun sebelumnya, Anda bisa berlatih jualan online tanpa harus repot mengurus penyimpanan dan pengiriman produk.

Sebelum banting setir sebagai full-time online seller, pada awalnya Anda bisa mencoba sisihkan waktu di sore hari atau di akhir pekan untuk berjualan.

Wirausaha dengan budget terbatas

Tidak semua orang yang ingin merintis usaha punya persiapan keuangan yang matang.

Mungkin saja Anda telah mempersiapkan segalanya, mulai dari strategi branding, marketing, dan target pasar yang tepat, namun masih perlu mengumpulkan banyak modal untuk membuka usaha.

Sebenarnya, siapa saja bisa memulai bisnis dropship tanpa modal sedikit pun. Bekal yang Anda perlukan hanyalah koneksi internet, domain, platform eCommerce, dan keinginan untuk sukses.

Pencari kerja sampingan

Menjadi dropshipper bisa dijadikan pekerjaan sampingan yang sangat menjanjikan, lho. Bisnis ini tidak mengeluarkan modal besar, tapi bisa menambah penghasilan hingga jutaan rupiah.

Jika Anda sudah bekerja full-time, sedang mengurus anak, atau hanya ingin bekerja part-time, bisnis dropship bisa dijalankan di sela-sela kesibukan tanpa menyita banyak waktu dan tenaga Anda.

Banyak juga pelaku usaha yang menjalankan lebih dari satu toko online sekaligus dan mengirim ratusan produk ke seluruh dunia setiap harinya. Semua ini dikelola hanya dalam hitungan jam setiap minggunya.

Content creator

Punya banyak followers di media sosial? Ada banyak cara yang bisa Anda coba untuk menjadikannya sumber penghasilan. Memasang iklan di TikTok, Instagram, atau YouTube mungkin sudah terlalu biasa. Nah, Anda bisa memanfaatkan platform online tersebut untuk mempromosikan produk yang dijual.

Jika platform Anda sudah banyak dikenal, untuk memasarkan toko online Anda hanya perlu menyisipkan URL toko ke dalam konten yang ditulis. Apalagi jika menjalankan bisnis dropship, hampir segala prosesnya berjalan otomatis di balik layar.

Menjadi content creator biasanya Anda juga sudah mengenali audiens dan selera mereka dengan baik. Ini akan sangat memudahkan Anda dalam menentukan supplier dan produk yang ingin dijual nantinya.

Dua orang melakukan pembayaran

Apakah bisnis dropship menguntungkan?

Setelah membahas cara kerja dan plus minus dari bisnis dropship, sekarang kami ingin menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pemula: apakah bisnis dropship menguntungkan?

Terlepas dari makin tingginya persaingan dan makin banyaknya dropshipper yang bermunculan, masih banyak kebutuhan pasar yang bisa Anda penuhi dan tentunya peluang untuk sukses masih terbuka lebar.

Menimbang hal ini, kami juga akan membagikan beberapa tips memaksimalkan pendapatan dari bisnis dropship.

Tips sukses menjadi dropshipping 💰

  1. Lakukan riset produk. Pastikan Anda menjual produk yang benar-benar dibutuhkan dan diminati oleh target pasar.
  2. Lakukan riset supplier. Selalu berhati-hati karena ada banyak supplier gadungan di luar sana yang mencoba menipu Anda. Sering-seringlah mengunjungi forum dan diskusi dropship, kemudian baca review sebelum memilih supplier.
  3. Pilih platform eCommerce yang reliabel dan murah. Memilih tempat berjualan tidak kalah pentingnya dari memilih produk yang akan dijual. Anda bisa membuat website eCommerce dengan mudah dan murah di platform seperti Zyro.
  4. Buat website yang menarik. Etalase toko adalah segalanya. Di sinilah Anda akan memperkenalkan brand dan mempromosikan produk, sehingga pastikan setiap aspek website tampak menarik dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
  5. Susun strategi pemasaran secara efektif. Buatlah strategi pemasaran yang sesuai untuk produk yang dijual dan segmen pasar yang ditargetkan.
  6. Follow up customer. Jangan lupakan pelanggan Anda begitu transaksi dengan mereka telah selesai. Kirimkan informasi terbaru dan penawaran menarik agar mereka kembali lagi ke toko Anda.

Berapa banyak modal yang dibutuhkan?

Kami sudah beberapa kali menyebutkan bahwa bisnis dropship tidak membutuhkan banyak modal. Di bagian ini, kami akan memberikan gambaran kasar biaya apa saja yang perlu Anda persiapkan sebagai penjual.

  • Paket layanan eCommerce. Salah satu pengeluaran terpenting adalah membeli paket layanan untuk menghosting website toko online Anda. Biayanya relatif rendah, apalagi jika Anda menggunakan platform low-budget seperti Zyro. Lihat rincian harganya di halaman ini.
  • Pemasaran. Biaya pemasaran bergantung pada channel yang digunakan dan audiens yang disasar. Jika memasarkan kepada followers media sosial, modalnya benar-benar gratis. Kemudian, optimasi SEO untuk alternatif yang murah, atau Anda bisa memasang iklan di Facebook, Google, dan YouTube jika ada budget berlebih. Untuk iklan online, biasanya Anda perlu menyiapkan 170 USD untuk setiap 250 USD yang diperoleh.
  • Membeli tester produk. Sesekali Anda perlu membeli produk yang dijual untuk memastikan kualitasnya tetap bagus dan tidak mengecewakan pelanggan.
Rincian modal bisnis dropship

Jadi, apakah dropshipping masih menguntungkan di 2021?

Industri ini sangatlah kompetitif dan tantangan terbesar yang akan Anda hadapi adalah mengalahkan pesaing bisnis. Menurut kami, bisnis ini kurang layak dijalankan oleh wirausaha berpengalaman atau mereka yang sudah mampu mengeluarkan produk sendiri.

Namun, bagi mereka yang baru menjejakkan kaki di dunia eComerce, bisnis ini bisa menjadi opsi fantastis untuk mencoba berjualan online. Alasannya karena modal yang dibutuhkan terbilang sedikit dan risiko yang dihadapi penjual juga relatif kecil.

Modal terbesar yang harus dikeluarkan mungkin hanyalah untuk membuat website, mengiklankan toko, dan membeli tester produk.

Sebagai kesimpulan, kami sangat merekomendasikan bisnis dropship bagi Anda yang mencari pekerjaan sampingan atau belum berpengalaman dalam jualan online.

Butuh bantuan untuk membuat website?

Dapatkan panduan lengkap membuat website modern dan profesional dengan website builder Zyro.

Saya setuju untuk menerima komunikasi pemasaran melalui email dari Zyro. Berhenti berlangganan kapan saja.

Ditulis oleh

Avatar penulis

Astrid

Pengamat tren dunia eCommerce dan digital marketing. Astrid mendedikasikan tulisannya yang dimuat di Zyro untuk membantu usaha kecil menengah tumbuh dan berkembang secara online.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan. Semua kolom wajib diisi.

Simpan nama dan email Anda di browser ini.

Butuh bantuan untuk membuat website?

Dapatkan panduan lengkap membuat website modern dan profesional dengan website builder Zyro.

Saya setuju untuk menerima komunikasi pemasaran melalui email dari Zyro. Berhenti berlangganan kapan saja.